rudal jinjing pemberontakIdlib, LiputanIslam.com — Serangan bom menghantam pada saat dilangsungkan pertemuan 50 anggota Ahrar al-Sham di kota Ram Hamdan,  Idlib. Setidaknya 45 anggota militan tersebut tewas, termasuk Komandan Hassan Aboud.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan tersebut, yang dilakukan di sebuah rumah milik salah seorang pemimpin Brigade Ahrar al-Sham.

Seperti diketahui, Brigade Ahrar al-Sham adalah salah satu bagian dari faksi teroris Islamic Front, yang didukung oleh negara-negara Arab dab Teluk. Islamic Front dibentuk untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Lantaran ketidak-samaan ideologi, Islamic Front juga terlibat pertikaian dengan kelompok teroris lainnya, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Serangan Mortir di Damaskus, Lima Penduduk Tewas

Sementara itu, akibat serangan mortir dari para militan d ibukota Suriah, Damaskus, lima orang penduduk sipil tewas, dan beberaapa orang lainnya menderita luka-luka. Mortir yang ditembakkan tersebut menghantam daerah pemukiman di sekitar Damaskus pada hari Selasa, 9 September 2014.

Kantor Berita SANA menyatakan bahwa tiga orang tewas tepat di jantung Damaskus, sementara tiga orang lainnya tewas di Jaramana. Dan menurut keterangan sumber medis, sekitar dua lusin penduduk mengalami luka-luka.

Kekerasan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum duta PBB, Staffan de Mistura, datang mengunjungi Suriah. Ia ke Damskus untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Suriah.

Dari laporan Press TV, kelompok teroris Takfiri semakin gencar meningkatkan serangan kepada rakyat sipil sebagai balasan atas kemenangan Tentara Suriah di medan pertempuran.

Pada hari Senin, 8 September 2014, pasukan Suriah melakukan serangan terhadap militan untuk merebut kembali kawasan strategis di dekat Damaskus. Serangan itu dilancarkan setelah kelompok Jahbah al-Nusra merebut kawasan Dukhaniyeh.  Desa ini dianggap sebagai kawasan strategis bagi teroris, karena dapat digunakan sebagai landasan untuk meluncurkan serangan roket ke Damskus.

Lebih dari 191.000 orang telah tewas dalam lebih dari tiga tahun pertempuran di Suriah, menurut Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR). Faksi teroris di Suriah dilaporkan didukung oleh kekuatan Barat dan sekutu regional mereka – terutama Qatar, Arab Saudi dan Turki. (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL