bom groznyGrozny, LiputanIslam.com — Sebuah serangan bom bunuh diri menewaskan 5 orang di ibukota Chechnya Grozny, Minggu (5/10). Selain pelaku, korban yang tewas adalah polisi, sementara 12 orang lainnya luka-luka.

Serangan terjadi di luar gedung pertemuan dimana tengah diselenggarakan konser musik untuk memperingati “Hari Kota”.

Kementrian Dalam Negeri Rusia menyebutkan bahwa polisi yang mendeteksi benda mencurigakan dari deteksi metal  tengah mencari seorang pemuda yang dicurigai, ketika ia meledakkan dirinya.

“Ketika polisi tengah mencarinya untuk memastikan identitasnya, orang itu meledakkan dirinya,” demikian keterangan Kemendagri Rusia sebagaimana dikutip Russia Today.

Pembom bunuh diri itu kemudian berhasil diidentifikasi sebagai Opti Mudarov, warga Grozny berumur 19 tahun. Polisi menyebutkan, ia telah menghilang sejak 2 bulan lalu dan kehilangan kontak dengan keluarganya.

Peringatan “Hari Kota” Grozny tahun ini bersamaan dengan ulang tahun presiden Chechnya Ramzan Kadyrov yang beberapa waktu lalu menyatakan bahwa terorisme tidak lagi menjadi ancaman di Chechnya dan tidak ada lagi perekrutan anggota baru.

Kadyrov mengklaim kini hanya ada “5 sampai 12 bandit” di gunung-gunung.

Chechnya mengalami 2 kali perang brutal melawan Rusia pada tahun 1990-an, ketika para separatis yang didukung kelompok-kelompok militan Islam dari luar negeri berusaha memisahkan diri dari Rusia.

Dalam perang kedua tahun 1998, keluarga Kadyrov yang merupakan keluarga ulama terkemuka Chechnya memisahkan diri dari para separatis dan bergabung dengan Rusia, sehingga Rusia akhirnya berhasil merebut kembali Chechnya dari para separatis dan memulihkan ketertiban di Chechnya.

Ini adalah serangan teroris pertama sejak pemimpin separatis Doku Umarov dinyatakan tewas tahun lalu.

Mendagri Rusia Vladimir Kolokoltsev mengatakan pemerinah akan memberikan penghargaan kepada para polisi yang tewas tersebut.

“Mereka mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang yang datang ke tempat itu,” kata Mendagri sebagaimana dilaporkan Itar-Tass, Minggu (5/10).

Ramzan Kadyrov menyatakan tekadnya untuk menemukan dan menghukum dalang serangan ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL