thailandBangkok, LiputanIslam.com — 3 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka setelah perkemahan demonstran anti-pemerintah Thailand di Bangkok diserang oleh sekelompok orang bersenjata, Kamis (15/5).

Para saksi mata melaporkan terjadinya tembak-menembak dan ledakan keras ketika serangan itu terjadi di perkemahan yang terletak di Monuman Demokrasi Bangkok.

Beberapa hari terakhir para demonstran terus menyerukan kepada Senat untuk membubarkan pemerintahan warisan Yingluck Shinawatra dengan pemerintahan baru. Yingluck dilengserkan dari jabatan pemerintahan minggu lalu oleh Mahkamah Konstitusi setelah dinyatakan melakukan tindakan penyalahgunaan kekuasaan. Namun meski Yingluck dan 9 menterinya mundur, kabinet lama masih menjalankan kekuasaan sementara.

Pada hari Kamis panglima militer Thailand mengancam akan menggunakan kekuatan jika kerusuhan politik tidak juga berhenti.

“Jika kekerasan berlanjut, militer mungkin akan datang untuk menegakkan ketertiban,” kata Jendral Prayuth Chan-ocha dalam pernyataannya hari Kamis. Ia mengingatkan bahwa tentara terpaksa bisa menggunakan kekuatan penuh untuk menegakkan ketertiban.

Thailand terus dilanda ketidakstabilan politik setelah terjadinya jalan buntu sejak terjadinya aksi-aksi demonstrasi akhir tahun lalu yang dipicu oleh langkah Yingluck Shinawatra untuk memberi pengampunan bagi saudaranya, mantan perdana mentari Thaksin Shinawatra, dari hukuman atas tindak korupsi. Hingga saat ini telah 27 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Pada hari Kamis pada demonstran anti-pemerintah berkumpul di luar markas AU untuk menghentikan pertemuan antara perdana menteri sementara Niwatthamrong Boonsongphaisan dengan Komisi Pemilu di tempat itu. Boonsongphaisan adalah menteri perdagangan kabinet Yingluck Shinawatra.

Para demonstran yang dipimpin tokoh oposan Suthep Thaugsuban, pun berhasil mendobrak barisan polisi dan memaksa pertemuan dibubarkan.

“Pertemuan dihentikan, perdana menteri telah pergi. Kami tidak bisa melanjutkannya hari ini,” kata seorang anggota Komisi Pemilu kepada kantor berita Reuters.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa dalam serangan terhadap kamp demonstran anti-pemerintah itu digunakan granat-granat dan senjata api. Keterangan tersebut dikuat juga oleh para dokter yang mereka korban luka di rumah sakit Bangkok.

Kamp demonstran anti-pemerintah yang telah didirikan akhir tahun lalu itu telah berkali-kali mengalami serangan. Namun serangan kali ini adalah yang paling besar.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan ini.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL