godaneMogadishu, LiputanIslam.com — AS mengincar pimpinan kelompok Al Shabab, Ahmed Abdi Godane, dalam misi serangan ke Somalia kemarin.

Dephan AS, Pentagon, mengkonfirmasi serangan AS, Selasa (2/9), namun tidak memastikan apakah Godane terkena serangan itu. Jubir Pentagon Rear Admiral John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa jika Godane tewas, itu akan menjadi pukulan telak bagi kelompok Al Shabab.

Kepada kantor berita Associated Press, kelompok ini mengaku 6 anggotanya tewas akibat serangan AS yang terjadi di basis mereka di Barawe, 240 km selatan Mogadishu.

Jubir Al Shabab, Abu Mohammed, mengatakan bahwa pemimpinnya tengah berpindah tempat dengan menggunakan konvoi ke kota Barawe, namun ia menolak menyebutkan kondisi Godane saat ini.

AS telah menjanjikan hadiah sebesar $7 juta (lebih dari Rp 70 miliar) kepada siapapun yang bisa memberikan informasi keberadaan Godane.

Para saksi mata menyebutkan mendengar 3 ledakan keras dan asap yang membumbung dari lokasi serangan. Tidak lama kemudian, tembak-menembak pun terdekar.

Serangan yang melibatkan pesawat tempur dan drone-drone itu terjadi hanya berselang beberapa jam setelah pertemuan antara pejabat militer AS dan Somalia di Mogadishu.

Abdikadir Mohamed Nur, Gubernuw wilayah Lower Shabelle yang melakukan inspeksi bersama pasukan Uni Afrika di wilayah itu mengatakan kepada BBC bahwa serangan AS tersebut berjalan sukses.

“Drone-drone AS berhasil mengenai Wakil kelompok al-Qaeda di Somalia, yang juga pemimpin kelompok al-Shabab, Ahmed Godane,” kata Nur.

“Kami bisa memastikan bahwa seorang pemimpin kelompok itu tewas, dari reaksi mereka setelah terjadinya serangan, yaitu dengan membunuhi orang-orang yang memiliki telepon genggam dan menangkapi orang-orang yang dicurigai (melakukan kegiatan mata-mata),” tambahnya.

Wartawan BBC melaporkan, tidak lama setelah serangan, pasukan AS yang diangkut dengan helikopter melakukan pencarian di lokasi itu, diduga untuk memastikan kematian Godane.

Godane menjadi pemimpin Al Shabab setelah AS membunuh pemimpin kelompok itu, Aden Hashi Ayro, dengan serangan udara tahun 2008. Setahun kemudian ia menyatakan kesetiannya kepada Al Qaida.

Selain diburu AS, aparat keamanan Somalia juga memburunya untuk menjalani hukuman mati karena serangan teroris di kota Hargeisa tahun 2008.

Pasukan AS, Uni Afrika dan Somalia melakukan offensif terhadap kelompok al-Shabab akhir-akhir ini dengan tujuan mengusir mereka dari kota-kota yang menjadi kantong gerakan mereka.

Militer Somalia mengklaim berhasil mendekati kota pantai Barawe, yang menjadi basis utama gerakan kelompok itu setelah terusir dari Kismayo tahun 2012.

Serangan udara AS itu terjadi setelah al-Shabab menyerang pusat tahanan di Mogadishu, Minggu (31/8), dalam upaya mereka membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan.

Pejabat keamanan Somali menyebutkan seluruh penyerang berhasil ditewaskan dalam insiden itu, sebagaimana juga 3 pasukan keamanan dan 2 warga sipil.

Di sisi lain pasukan Uganda dari African Union Mission in Somalia (AMISOM), tengah bergerak menuju kota Kurtunwaarey di Provinsi Lower Shabelle untuk membersihkan kota itu dari Al Shabab.

Kelompok Al Shabab bertanggungjawab atas serangan Mall Westgate di ibukota Kenya, Nairobi, yang menewaskan 67 orang tahun 2012 lalu.

Para pemimpin Afrika, Selasa (2/9) kemarin berkumpul di Nairobi untuk mengadakan pertemuan membahas ancaman terorisme di kawasan Afrika. Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan, aksi terorisme Boko Haram dan kelompok-kelompok lainnya telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas di kawasan Afrika.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL