Shalat ied di Moskow

Shalat ied di Moskow

Moskow, LiputanIslam.com — “Komunis, anti- Islam,” tuduhan itu acapkali terdengar masyarakat Muslim Indonesia jika mendengar kata Rusia. Alasannya adalah, Rusia merupakan pewaris terbesar Uni-Sovyet, dan  terlibat dalam perang melawan kelompok Islam radikal Chechnya.

Siapa sangka, Islam di Rusia, adalah agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks. Sekitar 21-28 juta atau sekitar 15 – 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk Rusia adalah pemeluk Islam dari berbagai mazhab. Ada penganut Sunni, Syiah, dan juga Sufi.

Dari laporan Republika, 5 Maret 2014, saat ini secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4.750 masjid. Namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 1.600 – 3.000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 1.000. Sedangkan menurut pakar data Rusia, jumlah masjid yang terdapat di Rusia tidak kurang dari 7.000.

Elmira Akhmetova, seorang kolumnis di Islam.ru, menyatakan bahwa penduduk Muslim Rusia bukanlah imigran asing, melainkan warga negara asli Rusia yang terlahir dari sebuah sejarah yang panjang, yang bermula dari penyebaran Islam di Kaukasus Utara pada abad ke-7.

Muslim di Rusia juga sarat prestasi. Misalnya, selama Olimpiade Beijing 2008, atlet Rusia memenangkan 23 medali emas, dan  10 diantaranya dipersembahkan oleh atlet Muslim.

Moskow Halal Expo

Pada bulan Juni lalu, di Moskow digelar acara “industri halal” terbesar, yaitu Moskow Halal Expo. Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Mufti Rusia, yang terinspirasi dari meningkatnya jumlah populasi Muslim di Rusia dari tahun ke tahun, yang artinya, permintaan akan produk dan layanan yang halal, semakin meningkat. Menariknya, produk halal ini tidak hanya diminati oleh kaum Muslimin semata, namun juga oleh penganut agama dan ideologi lain.

Moscow Halal Expo, bertujuan untuk  menyatukan lebih dari 200 perusahaan Rusia dengan perusahaan dari negara-negara CIS, Asia Tenggara, Iran, Pakistan, Turki dan negara-negara lainnya guna meningkatkan kerjasama satu sama lain.

Idul Fitri di Rusia

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Rusia, ada 165 ribu umat muslim di jalan-jalan kota Moskow yang ingin merayakan Idul Fitri sejak dini hari. Jumlah tersebut meningkat 15 ribu dibanding tahun lalu. Mufti Moskow dan wilayah Sentral Rusia Albir Krganov memperkirakan jumlah umat yang berkumpul untuk salat bersama mencapai 230 ribu orang.

putin and clericUntuk kenyamanan umat muslim di Moskow, waktu pelaksanaan shalat Id tiap masjid dibedakan. Jadwal terakhir adalah pukul 09.00 pagi di Masjid Bersejarah (Историческая Мечеть – Istoricheskaya Mechet’) yang berada di Jalan Bolshaya Tatarskaya. Para sukarelawan dari Tajikistan, Uzbekistan, Azerbaijan, bergabung ke dalam barisan pengamanan massa. Mereka membantu para tamu masjid untuk memarkir kendaraan, menunjukkan jalan ke tempat ibadah, menjawab pertanyaan tamu, serta mencari tempat kosong di antara kerumunan umat lain.

Dari keterangan Kremlin.ru, Vladimir Putin, Presiden Rusia mengucapkan selamat Hari raya Idul Fitri bagi kaum Muslimin di Rusia.

“Idul Fitri menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan merupakan hari raya yang paling penting bagi para muslim. Hari raya ini merupakan waktu yang tepat bagi kita semua untuk melakukan hal baik, membantu yang membutuhkan, dan menjadi manusia yang lebih baik lagi,” ujar Putin.

Putin juga menyampaikan bahwa Komunitas Muslim Rusia merupakan bagian penting dari Rusia. Mereka juga berkontribusi besar dalam dialog lintas agama.

“Mereka bekerja sama dengan negara dan organisasi masyarakat untuk melakukan aksi amal, meningkatkan pendidikan, menjaga pertumbuhan generasi muda, serta melestarikan warisan spiritual dan budaya Rusia yang sangat kaya dan beragam,” tambahnya.

Mengapa Islam Bangkit di Rusia?

Pengamat Politik Luar Negeri, Hendrajit, menilai bahwa saat ini, Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin –telah mengambil langkah strategis, yaitu mengambil kebijakan pro-Islam seperti mendukung pengembangan tempat ibadah dan pendidikan Islam di Rusia.

Di  tingkat dunia internasional, Putin mencetuskan gagasan bahwa Rusia harus ikut serta dalam kegiatan Organisasi Konferensi Negara-negara Islam (OKI), sekalipun hanya sebagai peninjau. Dan perjuangan tersebut akhirnya berhasil terwujud dengan diterimanya Rusia sebagai peninjau tetap pada pertemuan Organisasi Konferensi Islam di Kuala Lumpur Malaysia pada 2003 lalu. Putin sendiri hadir pada momen bersejarah tersebut.

Menurut Hendrajit, dikutip dari The Global Review,  dengan berhasilnya merangkul elemen-elemen moderat Islam di Rusia,  merupakan kekuatan dahsyat untuk mempertahankan Republik Federasi Rusia, sekaligus menggalang suatu aliansi strategis dengan dunia Islam sebagai kekuatan alternatif di luar hegemoni Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL