ukraine rebelDonetsk, LiputanIslam.com — Kelompok separatis Ukraina timur Donetsk People’s Republic (DPR) mengumumkan rencana pembentukan 5 brigade pasukan baru untuk menghadapi serangan pasukan Ukraina.

Rencana tersebut akan mulai dilakukan minggu depan. Demikian pernyataan pemimpin DPR Aleksandr Zakharchenko sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (3/2).

“Dalam hal mobilisasi dan wajib militer kami sanggup untuk melakukannya,” kata Zakharchenko.

“Kami akan membentuk 5 brigade baru, 3 di antaranya adalah brigade mekanik. Kami memiliki dasar untuk melatih para prajuit. Saya percaya ini bisa dilakukan pada musim semi ini,” katanya lagi.

Zakharenko menambahkan bahwa dengan program ini, orang-orang yang direkrut akan menjalani pelatihan  intensif selama 6 bulan. Ia menyebutkan jumlah yang akan direkrut menjadi tentara baru mencapai 100.000 orang.

Menanggapi kabar tersebut, pemerintah Ukraina di Kiev tampak senang. Mereka menyebutnya sebagai tanda nyata bahwa para separatis telah kehabisan pasukannya.

“Kami masih mengeceknya, namun jika benar ini mengindikasikan mereka kehabisan pasukan,” kata jubir militer Ukraina Andrey Lysenko.

Pemerintah Ukraina sendiri telah lebih dahulu mengumumkan rencana mobilisasi pasukan bulan lalu, dan ini adalah mobilisasi ke-empat sejak pemerintahan baru paska tumbangnya kekuasaan Presiden Victor Yanukovych bulan Februari lalu. Langkah tersebut dikabarkan mengalami hambatan setelah banyak rekrutan yang menolak, atau sengaja pergi ke luar negeri.

Sementara itu DPR dan mitranya sesama separatis Ukraina timur, Luhansk Peoples’s Republic (LPR), mengeluarkan pernyataan bersama tentang kegagalan perundingan gencatan senjata yang digelar di Minsk akhir pekan lalu.

“Perundingan di Minsk menjadi tidak berhasil karena kesalahan pihak Ukraina,” kata kedua pemimpin DPR dan LPR, Aleksandr Zakharchenko dan Igor Plotnitsky.

Mereka mengingatkan bahwa Ukraina adalah pihak yang telah memulai pertempuran pada bulan Januari lalu.

“Adalah Petro Poroshenko (Presiden Ukraina), yang memerintahkan perintah untuk memulai offensif di seluruh perbatasan,” kata mereka.

Sementara itu Kiev justru menuduh para separatis yang sengaja menggagalkan perundingan dengan mengirim pejabat-pejabat yang tidak kapabel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL