separatis ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Ratusan pemrotes pro-Rusia menyerbu dan menduduki satu gedung stasiun televisi regional di Kota Donetsk, Ukraina Timur, Ahad (27/4) sore. Kantor berita Interfax-Ukraina melaporkan, para pemrotes menjebol gerbang gedung tersebut dan memasuki instalasi televisi regional itu sementara sebanyak 30 polisi berdiri di dekat mereka dan tak berbuat apa-apa.

Sebanyak 500 pemrotes berkumpul di luar bangunan itu, dan meneriakkan slogan seperti ‘Rusia!’ dan ‘Kiev tak bisa memerintah Donetsk!’. Mereka menuntut stasiun televisi tersebut menyiarkan program TV yang berbahasa Rusia, dan bukan program yang berbahasa Ukraina.

Sebagian pemrotes mengibarkan bendera ‘Republik Rakyat Donetsk’ di atas bangunan itu. Awal April, pemrotes pro-Rusia melancarkan pertemuan terbuka guna menuntut referendum dan sebagian pemrotes mengeluh stasiun televisi tersebut tak memberi mereka kesempatan untuk berbicara.

Seorang Pengawas Eropa yang Ditawan Dibebaskan

Sementara itu para separatis pendukung Rusia di Ukraina timur akhirnya membebaskan salah satu dari delapan pengawas Eropa yang ditahan di Sloviansk.

Salah satu petugas berkewarganegaraan Swedia itu dibebaskan dengan alasan medis. Pernyataan ini pun telah dikonfirmasi. Tujuh tahanan lainnya masih ditahan dan diplomasi pun masih berlanjut untuk membebaskan mereka.

Para pengawas yang ditahan juga telah diperlihatkan kepada media pada Minggu lalu. Dilansir Reuters, Ahad (27/4), sekelompok pria bersenjata pendukung Rusia menyatakan telah menahan tiga anggota keamanan Ukraina di Ukraina timur.

Dalam perkembangan terakhir, para separatis di Donetsk telah mengambil alih stasiun TV dan radio setempat. Mereka menuntut tayangan dari siaran televisi Rusia dihidupkan kembali untuk menggantikan siaran berbahasa Ukraina.

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa juga mempersiapkan sanksi baru yang akan dijatuhkan kepada Rusia atas tindakannya menyebabkan ketegangan di Ukraina. Selain itu, Rusia juga dituntut untuk mempengaruhi para separatis agar membebaskan para tahanan.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL