lokasi mh17Donetsk, LiputanIslam.com — Tim internasional penyidik musibah jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17 menuduh kelompok separatis pro-Rusia telah menghambat pekerjaan mereka dengan membatasi akses mereka terhadap reruntuhan pesawat.

Jubir OSCE (organisasi keamanan Eropa) menyebutkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat MH-17 dikontrol oleh kelompok separatis yang dalam satu insiden telah menembakkan peluru ke udara untuk mencegah tim penyidik mendekati satu lokasi. Demikian dilaporkan kantor berita Inggris BBC, Sabtu (19/7).

Para penyidik meyakini bahwa pesawat MH-17 jatuh oleh tembakan rudal anti-pesawat yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai separatis. Namun kelompok separatis Ukraina membantah sebagai penembak pesawat tersebut karena tidak memiliki rudal yang bisa menjangkau pesawat yang terbang pada ketinggian 10 km.

Rusia sebaliknya menuduh Ukraina sebagai pelaku penembakan karena memiliki sistem rudal BUK-M1 dengan 27 peluncurnya di wilayah Donetsk.

Akibat tembakan tersebut pesawat jenis Boeing 777 yang tengah terbang dari Amsterdam menuju Kualalumpur itu jatuh dan menewaskan seluruh 295 penumpang dan awaknya, Kamis (17/7).

Michael Bociurkiw, anggota tim penyidik dari OSCE mengatakan aksesnya ke lokasi-lokasi reruntuhan pesawat telah dibatasi, meski sebelumnya telah mendapatkan jaminan dari komandan separatis di wilayah tersebut.

“Seorang bersenjata yang tampak mabuk menembakkan senapannya ke udara ketika seorang anggota kami meninggalkan area yang diperiksa,” kata Bociurkiw kepada wartawan yang meliput pencarian.

Akibat insiden itu 25 anggota tim pencari menarik diri setelah bekerja selama satu jam, tanpa melokalisir tempat-tempat yang akan diselidiki oleh tim khusus. Demikian kata Bociurkiw.

Thomas Greminger, pimpinan OSCE dari Swiss mengatakan kepada BBC pihaknya akan terus bekerja untuk memastikan tim penyidik internasional bisa bekerja dengan baik.

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB telah menyerukan dilakukannya penyelidikan internasional secara penuh dan independen untuk mengetahui penyebab musibah tersebut.

Pemerintah Ukraina yang sebelumnya menuduh separatis sebagai pelaku penembakan, hari Jumat (18/7), merilis rekaman pembicaraan yang diklaim sebagai pembicaraan antara anggota separatis dengan inteligen Rusia.

Hari Jum’at (18/7) Presiden AS Barack Obama mengatakan pesawat MH-17 ditembak dengan rudal yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai separatis Ukraina. Secara tersirat Obama juga menuduh Rusia bertanggujawab dengan pengiriman senjata-senjata buatannya kepada kelompok separatis.

Hal yang sama dikemukakan Dubes Ukraina untuk PBB Yuriy Sergeyev, yang menyebutkan bahwa musibah tersebut tidak akan terjadi jika Rusia tidak menyediakan rudal canggih kepada separatis.

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa musibah tersebut sebagai “tragedi”. Ia pun menyerukan dilakukannya gencatan senjata dan perundingan damai. Namun pertempuran dilaporkan terus berlangsung, hari Jumat (18/7), kurang dari 100 km dari lokasi jatuhnya MH-17.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL