golanQuneitra, LiputanIslam.com — Seorang remaja Israel di Dataran Tinggi Golan tewas oleh tembakan yang berasal dari Suriah, hari Minggu (22/6). Demikian pernyataan pejabat Israel.

Sebagaimana dilaporkan BBC, remaja warga Israel berusia 15 tahun tewas oleh “tembakan langsung” dari wilayah Suriah saat berkendaraan bersama orang tuanya. Orang tua garis itu sendiri bersama seorang pekerja mengalami luka-luka. Mereka semua tengah mengangkut peralatan di pagar perbatasan.

Masih belum jelas siapakah yang bertanggungjawab atas serangan itu, apakah pemberontak ataupun militer Suriah. Namun Israel langsung bereaksi keras dengan menembakkan artileri ke wilayah Suriah.

Tembak-menembak itu terjadi di area Tel Hazeka, dekat pos penjagaan Quneitra, demikian keterangan kementrian pertahanan Israel.

Ini merupakan insiden pertama dimana seorang warga Israel oleh serangan dari Suriah sejak terjadinya konflik tahun 2011.

Jubir militer Isreal Letkol Peter Lerner mengatakan kepada Associated Press bahwa tembakan mematikan tersebut dilakukan secara sengaja. Namun masih belum jelas apakah tembakan itu berasal dari peluru mortir, bom ranjau atau meriam.

Dataran Golan adalah wilayah Suriah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967. Hingga saat ini tidak ada perjanjian perdamaian antara Israel dan Suriah terkait wilayah ini. Jadi secara teknis kedua negara masih terlibat dalam perang. Untuk mencegah pertempuran terjadi lagi, PBB menempatkan pasukan penjaga perdamaian di perbatasan sejauh 70 km.

Sejak terjadinya konflik di Suriah telah berkali-kali tembakan dari Suriah yang jatuh ke wilayah Golan yang diduduki Israel, baik disengaja maupun tidak.

Pada bulan Maret lalu Israel melancarkan serangan udara terhadap beberapa sasaran militer Suriah setelah empat prajuritnya terluka oleh tembakan dari Suriah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL