rabbi londonLondon, LiputanIslam.com — Seorang rabbi atau pemuka agama yahudi, di kota London, melakukan puasa selama bulan Ramadhan sebagai bentuk toleransi antar-agama.

Sebagaimana dilaporkan International Business Times,  awal pekan ini, Rabbi Natan Levy mengejutkan jemaah Yahudi di London karena mengumumkan akan ikut berpuasa selama bulan Ramadhan. Dengan demikian ia tidak akan makan, minum, berhubungan seks dan merokok dari matahari terbit hingga tenggelam sebagaimana umat Islam berpuasa.

Pria 40 tahun ini mengakui tindakan ini dilakukan setelah melihat banyaknya aksi intoleransi antar kedua keyakinan tersebut yang disebabakan oleh tidak adanya hubungan yang erat antara umat Muslim dan Yahudi.

Selain itu, dia juga ingin meredam kepanikan kaum muda Yahudi melihat banyaknya pemuda Muslim Inggris yang bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Irak maupun Suriah. Diharapkan, dia bisa memaknai Ramadan dan membuka forum dialog atas permasalahan yang dihadapi di masyarakat.

“Saya berharap ini bisa membuat kita berpikir dan berbicara sebagai sebuah komunitas: orang-orang yang lapar di tengah-tengah kita, baik di Yahudi dan non-Yahudi. Ramadan waktu untuk bersedekah dan waktunya orang yang lapar (berpuasa) peduli pada orang yang kelaparan,” kata sang rabbi.

Dalam ajaran Yahudi sendiri ada perintah untuk berpuasa, namun ini adalah kali pertama sang rabbi melakukannya selama sebulan penuh. Dia mengakui akan ada tantangan yang menanti di hadapannya.

“Kawan saya seorang Muslim mengatakan puasa akan mudah setelah menjalaninya dua minggu, itu adalah waktu yang sangat-sangat lama. Tapi saya telah memutuskannya, bayangkan hampir sejuta orang di Inggris tidak punya apa pun untuk dimakan kecuali sedekah dari bank makanan?” kata Levy lagi.

Dia juga menyerukan kepada umat Yahudi lainnya untuk mengikuti jejaknya. Selain itu, dia juga berharap hal yang sama dilakukan oleh pemuka agama Islam.

“Di balik pertanyaan besar soal mengapa Yahudi berpuasa Ramadan, ada pernyataan dari anak-anak saya, ‘Apakah Imam akan berpuasa di hari Yom Kippur (hari suci bagi umat Yahudi)?” ujar dia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL