buaya ugandaKampala, LiputanIslam.com — Seorang pria Uganda berhasil membalas dendam atas kematian istrinya kepada seekor buaya sungai nil besar yang telah memangsanya empat bulan berselang.

BBC News melaporkan, Rabu (4/2), Mubarak Batambuze membunuh buaya besar tersebut di Danau Kyoga, Uganda. Petugas kehutanan Oswald Tumanya, menyebutkan buaya tersebut berbobot sekitar 600 kg dengan panjang lebih dari 4 meter. Bangkai buaya itu kini berada di Makarere University di Kampala untuk menjadi bahan penelitian. Di dalam perutnya ditemukan bekas-bekas tulang mangsanya.

Pembunuh buaya itu, nelayan Mubarak Batambuze, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya berhasil membunuh buaya itu dengan menggunakan tombak, kawat dan tali, dengan bantuan teman-temannya. Pembunuhan itu dilakukannya sebagai balasan setelah istrinya yang tengah hamil dimangsa oleh buaya itu pada bulan Oktober 2014 lalu.

“Buaya ini telah memangsa istri saya bulat-bulat. Tidak ada yang tersisa dari jenasah istri saya termasuk bajunya. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Seorang ibu dari anak yang di dalam kandungan. Saat itu adalah berakhirnya dunia bagi saya,” katanya.

Empat bulan kemudian orang-orang se-kampung Mubarak mengabarkan keberadaan buaya tersebut di tempat ia memangsa istrinya. Bersama teman-temannya, mereka berusaha membunuh buaya itu dengan kayu dan batu, namun tidak berhasil. Maka Mubarak mendatangi seorang pande besi dan membeli setangkai tombak besar. Beberapa hari kemudian ia kembali ke danau, menemukan buaya itu masih berada di tempatnya, dan membunuhnya dengan tombaknya, setelah melalui pertarungan lebih dari satu jam.

“Ada banyak kejutan. Namun yang paling mengejutkan orang-orang adalah besarnya ukuran buaya ini. Ini bukan buaya biasa. Ini sangat besar dan orang-orang kini memandang saya sebagai pahlawan,” katanya senang.

Di negara Uganda, Burundi, tepatnya di sekitar Sungai  Ruzizi dan Danau Tanganyika, diketahui tinggal seekor buaya raksasa berukuran lebih dari 6 meter dan berat lebih dari 1 ton yang dijuluki sebagai “Gustave”. Buaya ini dipercaya telah memangsa lebih dari 300 orang sejak tahun 1987. Buaya ini tidak diketahui lagi keberadaannya setelah menampakkan diri terakhir kali pada tahun 2008 dan berhasil dipotret oleh fotografer National Geographic.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL