Chicago, LiputanIslam.com–Seorang pria berumur 56 tahun bernama Felix Torres tertembak mati di rumahnya oleh agen ICE (Immigration and Customs Enforcement) yang sedang melakukan razia imigran di kawasan tersebut.

Para agen dilaporkan sedang mencari anak Torres yang dituding sebagai imigran ilegal lalu menembaknya. Agen ICE sendiri mengklaim bahwa pria tersebut memiliki senjata api.

“Mereka bohong bahwa dia membawa senjata. Dia tak punya senjata,” kata Carmen Torres, anak sang korban yang pada saat kejadian sedang tidur di lantai bawah rumah dengan suami dan bayinya.

“Mereka menembak Ayah saya. Mereka menembaknya, dan saya tidak tahu kenapa.” tambahnya.

Faktanya, Torres dan keluarganya—termasuk anaknya yang dituduh oleh agen ICE— tidak berada di AS secara ilegal. Mereka terdokumentasikan sebagai penduduk Amerika dan telah tinggal di perumahan Belmont Cragin, Chicago, selama lebih dari 30 tahun.

“Mereka tidak mengatakan apa-apa,” kata Carmen Torres kepada media. “Mereka hanya datang dan mengacungkan pistol di depan wajah kami dan memaksa kami keluar. Kami bahkan tidak sempat berpakaian layak atau membawa susu untuk bayi kami.”

Berdasarkan informasi dari dna.info, Torres “ditembak di tangan kiri dan dibawa ke Rumah Sakit Stroger dengan kondisi kritis.”

Anggota dewan kota, Carlos Ramirez-Rosa mengecam tindakan sewenang-wenang ICE tersebut. Kepada kantor berita ABC7, Carlos mengatakan bahwa “razia dan penembakan ICE di perumahan yang dipenuhi anak-anak menunjukkan mengapa kota Chicago harus menolak bekerjasama dengan ICE. ICE secara rutin menginjak hak konstitusi masyarakat Amerika.” (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL