kindaped fatherMexico City, LiputanIslam.com — Seorang pendeta yang diculik oleh kelompok bersenjata di negara bagian Guerrero hari Senin (21/12) ditemukan dalam kondisi tewas dengan luka tembak di dekat kota Ciudad Altamirano. BBC News melaporkan, Sabtu (27/12).

Pendeta Lopez diculik di sebuah seminari tempatnya mengajar di Ciudad Altamirano. Namun polisi belum mengetahui motif penculikan. Ia menjadi pendeta ketiga yang tewas dibunuh di negara bagian Guerrero, salah satu negara bagian paling marak dengan kegiatan peredaran obat-obatan terlarang.

Seorang pendeta teman Pendeta Lopez mengatakan kepada media lokal bahwa pendeta tersebut kemungkinan menjadi korban kejahatan kelompok pengedar obat-obatan Guerreros Unidos setelah ia mengecam kelompok kejahatan itu terkait dengan penculikan 43 pelajar di kota Iguala bulan September lalu.

Bulan lalu seorang pendeta asal Uganda John Ssenyondo ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam satu kuburan massal. Ia telah menghilang setelah diculik pada bulan April. Kuburan massal itu ditemukan ketika polisi mencari mayat 43 pelajar yang diculik.

Pada hari Jumat (26/12) aksi-aksi demonstrasi digelar di berbagai kota di Mexico memperingati 3 bulan peristiwa penculikan 43 pelajar di Iguala.

Otoritas penyidikan Mexico menyatakan ke 43 pelajar itu ditangkap oleh polisi Iguala setelah mengikuti aksi demonstrasi tanggal 26 September. Mereka kemudian diserahkan kepada kelompok Guerrero Unidoss sebelum ditembak mati dan jasadnya dibakar di atas tempat pembuangan sampah dan abunya dibuang ke sebuah sungai.

Namun sejauh ini otoritas baru berhasil mengidetifikasi satu orang pelajar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL