identifikasi jenasah mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Satu jenasah dari 43 pelajar sekolah keguruan yang hilang sejak bulan September setelah ditangkap polisi kota Iguala, Mexico, akhirnya berhasil teridentifikasi. Demikian seorang pejabat Mexico menyebutkan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (7/12), satu keluarga dari para pelajar yang hilang itu, Alexander Mora, membenarkan pihaknya telah mendapatkan informasi dari tim forensik tentang kepastian identifikasi anggota keluarga mereka yang menjadi kebrutalan polisi dan kelompok gang kriminal itu.

Mora menyebutkan, berdasarkan keterangan tim forensik, bahwa jenasah anaknya itu ditemukan di atas tumpukan sampah. Hal ini sesuai dengan keterangan anggota-anggota kelompok kriminal Aguerro Unidos sebagaimana diumumkan Jaksa Agung beberapa waktu lalu. Menurut mereka, polisi Iguala telah menyerahkan ke-43 pelajar itu kepada mereka untuk dieksekusi.

Saat itu 15 di antara pelajar itu sudah dalam keadaan mati lemas, dan sisanya ditembak mati oleh para anggota Guerrero Unidos sebelum jenasah mereka dibakar di atas tumpukan sampah di dekat kota Cocula.

Hilangnya para pelajar itu telah memicu kemarahan publik di seantero Mexico atas tindakan-tindakan korup dan keji aparat keamanan. Hal ini pun berdampak buruk terhadap popularitas Presiden Enrique Pena Nieto yang tengah berusaha menggairahkan perekonomian di tengah-tengah aksi-aksi kekerasan yang belum juga berhenti.

Menyikapi hal ini, Nieto telah mengajukan rencana reformasi besar-besaran kepolisian Mexico, dari level kota, provinsi hingga tingkat pusat. Dalam rencana itu 1.800 kepolisian kota/distrik akan dilebur ke dalam kepolisian negara bagian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL