buaya padang golfDarwin, LiputanIslam.com — Seorang pemain golf Australia terluka akibat digigit buaya, saat bermain di sebuah padang golf di Port Douglas, negara bagian Queensland.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (14/4), John Lahiff (75 tahun) mengatakan kepada media lokal dirinya diserang buaya setelah mengganggunya saat mencari bola golf yang masuk ke dalam kolam di padang golf ‘The Palmer Sea Reef’.

Akibat serangan itu ia mengalami luka-luka cukup serius dan harus dirawat di rumah sakit Cairns. Namun ia mengaku tidak akan berhenti bermain golf, meski ia berjanji tidak akan lagi memukul bola golf ke arah kolam.

Buaya air asin cukup terdapat di padang golf tersebut dan petugas sering mengingatkan pemain atas bahaya yang mengancam karena keberadaannya.

Polisi senior James Coate mengatakan kepada ‘ABC’ bahwa buaya yang menggigit pemain golf itu berukuran kecil, sepanjang 1,2 meter. Buaya itu berada di kolam di dekat  lubang ke-11.

Media Australia melaporkan bahwa usai insiden itu para petugas akan berusaha memindahkan buaya-buaya di lokasi itu ke pusat penangkaran buaya atau ke kebun binatang yang bersedia menampungnya. Namun Lahiff justru menginginkan buaya yang telah menggigitnya itu untuk tetap berada di sana.

“Saya rasa ia lebih takut kepada saya daripada saya kepadanya,” katanya.

Padang golf ‘The Palmer Sea Reef’ dimiliki oleh jutawan dan politisi Australia Clive Palmer.

Buaya air asin merupakan binatang predator utama di Australia yang banyak terdapat di Australia utara. Sejak tahun 1971 binatang ini dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi dan jumlahnya diyakini terus bertambah.

Sejumlah insiden serangan buaya di Australia utara telah banyak dilaporkan dengan korban tewas antara satu hingga 2 orang per-tahun. Pada tahun 1957 seekor buaya yang dijuluki ‘Kris the croc’ ditembak di Queensland. Buaya ini dilaporkan memiliki ukuran panjang hingga 8,63 meter.

Pada tahun 1945 diperkirakan antara 200 sampai 400 prajurit Jepang yang melarikan diri dari kejaran pasukan sekutu, tewas diserang ribuan buaya air asin di Pulau Ramree, Burma. Ini tercatat sebagai peristiwa serangan buaya terburuk dalam sejarah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL