WARGA RUSIAMoskow, LiputanIslam.com — Sentimen anti-barat meningkat tajam di Rusia terkait dengan konflik yang dihadapi Rusia dengan negara-negara barat di Krimea dan Ukraina setahun terakhir.

Seperti dilansir kantor berita Iran Press TV mengutip laporan sebuah jajak pendapat, Senin (9/2), sentiman anti barat di Rusia mengalami tingkat tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Penyelenggaran jajak pendapat, Levada, mengumumkan hari Senin bahwa 81% responden memandang negatif AS. Angka ini hampir 2 kali lipat dibanding Januari 2014 lalu dimana hanya 44% warga Rusia yang menilai negatif AS. Selain itu sebanyak 42% warga Rusia melihat hubungan AS dan Rusia sebagai suatu permusuhan, sementara setahun sebelumnya hanya 4% yang berpandangan serupa.

Sementara terhadap negara-negara Eropa barat, sebanyak 71% warga Rusia menilainya secara negatif dan 24% warga Rusia menganggap hubungan Rusia dengan Uni Eropa sangat buruk. Padahal setahun sebelumnya hanya 1% warga Rusia yang menilai hubungan Rusia dengan Uni Eropa buruk.

Survei tersebut juga menunjukkan 40% warga menghendaki hubugan yang lebih baik dengan barat, sementara 36% memilih Rusia menjaga jarak dengan barat.

Karena dianggap campur tangan dalam krisis Ukraina, AS dan negara-negara Uni Eropa telah menerapkan sejumlah saksi terhadap Rusia, yang dibalas Rusia dengan melarang ekspor produk-produk makanan AS, Kanada, Uni Eropa, Australia dan Norwegia ke Rusia.

Sementara itu Uni Eropa sepakat untuk menunda pemberian sanksi batu terhadap Rusia untuk memberi kesempatan bagi perundingan perdamaian yang digelar di Minsk, Rabu (11/2).(CA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL