LIBYA-POLITICS-GOVERNMENT-FILESTripoli, LiputanIslam.com — Senjata-senjata yang berasal dari Libya diduga telah ditransfer ke 14 negara yang berbeda,  dan ada kemungkinan teroris telah mencapai tempat-tempat ini, demikian laporan yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis (13/3).

Dalam  laporan itu disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB oleh  sebuah panel ahli pemantau dari PBB terhadap Libya. Mereka  mengatakan bahwa khawatir bahwa beberapa persenjataan Libya seperti senjata anti-pesawat telah diperdagangkan ke Chad, Mali, Tunisia, dan Lebanon serta kelompok-kelompok oposisi di Suriah.

“Telah timbul kekhawatiran bahwa kelompok teroris  akan mendapatkan senjata-senjata ini,” ungkap pemantau PBB, yang identitasnya tidak dipublikasikan.

Para ahli lebih lanjut mengatakan bahwa ribuan senjata anti-rudal  kini dikendalikan oleh sekelompok aktor non-negara. Sebagian besar persenjataan merupakan buatan Soviet, seperti senjata anti pesawat di era  tahun 70-an hingga tahun  80-an, dan masih dalam kondisi baik. Selama tiga tahun terakhir, Libya telah menjadi sumber utama untuk mendapatkan senjata terlarang.

 Kondisi Libya hari ini masih carut marut. Pemberontakan, bom, serangan-serangan mendadak bisa dijumpai di sembarang tempat. Tidak ada kesejahteraan dalam demokrasi yang mereka idam-idamkan sehingga di tahun 2011 mereka secara sukarela ikut berpartisipasi menumbangkan Ghadaffi yang dianggap diktator. Atas kemelut yang menimpa negerinya, (mantan) Perdana Menteri Libya Ali Zaidan dipecat oleh Parlemen Libya, yang dipicu kegagalannya menghalangi sebuah tanker penuh minyak meloloskan diri ke perairan internasional dari pelabuhan yang dikawal ketat militer Libya. (LiputanIslam.com/al-ahednews/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*