Pyongyang, Liputan.Islam.com — Sistem anti-rudal (THAAD) AS yang dipasang di Korea Selatan telah mendorong semangat Pyongyang untuk membuat rudal balistik yang lebih canggih lagi, agar bisa menetralisir tembakan THAAD. Demikian laporan baru yang dilansir kantor berita Sputnik pada Jumat (5/5).

Lembaga Riset Conggressional Research Service (CRS) melaporkan bahwa Pyongyang telah menginovasi rudalnya agar bisa meluncur lebih cepat. Begitu rudal balistik tersebut masuk kembali ke atmosfer bumi, hulu ledak nuklir yang ada di dalamnya bisa meluncur dengan sudut yang lebih curam dan kecepatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya, karena bisa menyerap energi gravitasi lebih banyak dari bumi.

Inovasi rudal yang baru ini berpotensi lebih sulit dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan anti-rudal THAAD tersebut.

Sebuah laporan baru menambahkan bahwa Korea Utara juga telah menunjukkan kemampuan salvo, sebuah kemampuan peluncuran yang hampir tidak memiliki jeda waktu, alias sangat cepat. Kemampuan ini mungkin tidak akan bisa diblok oleh THAAD.

Korut telah bereksperimen dan berinovasi terhadap rudal balistik mereka selama kurang lebih 2 tahun dan dapat jatuh di luar kapasitas radar sistem anti-rudal AS.

“Beberapa tahun terakhir ini saya telah menyaksikan peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan nuklir Korea Utara,” ucap fisikawan nuklir, David Albright,

Albright memperkirakan bahwa senjata nuklir Korea Utara akan mencapai 60 buah dalam 10 tahun ke depan.(AL/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL