china artistBeijing, LiputanIslam.com — Seorang seniman Cina berdarah campuran Australia, Guo Jian ditahan aparat keamanan Cina menjelang peringatan Kerusuhan Tiananmen tanggal 4 Juni. Penahanan tersebut terjadi tidak lama setelah Guo Jian menjadi narasumber sebuah artikel di Financial Times yang menampilkan gambar karya seni Guo Jian berupa dioraman Lapangan Tiananmen yang terbuat dari daging.

Dalam artikel tersebut Guo mengkritik keras tindakan militer Cina dalam penumpasan demonstran di Lapangan Tiannanmen tahun 1989.

Guo ditangkap aparat kepolisian Cina di rumahnya di kawasan timur Beijing, Minggu malam (1/6). Namun ia sempat mengontak keluarga dan teman-temannya melalui SMS memberitahukan penangkapan dirinya.

Artis Melanie Wang mengatakan kepada Sydney Morning Herald bahwa dirinya segera mengontak Guo setelah menerima pasan Guo. Menurut penuturan Guo sebagaimana disebutkan Melania, polisi akan menahannya selama 15 hari.

Guo adalah partisipan aktif dalam aksi-aksi demonstrasi mahasiswa Cina di Lapangan Tiananmen yang berujung pada penindasan militer tanggal 4 Juni 1989. Tidak ada angka resmi tentang jumlah korban yang tewas akibat aksi tersebut, namun para aktifis percaya angkanya mencapai ratusan hingga ribuan jiwa. Dalam pengakuannya kepada Financial Times yang diterbitkan 30 Mei lalu, Guo mengaku terlibat juga dalam aksi mogok makan yang dilakukan mahasiswa.

Beberapa teman Guo lainnya menerima pesan SMS yang menyebutkan bahwa Guo tinggal di kantor polisi Tongzhou di dekat kawasan Songzhuang dimana ia tinggal dan bekerja.

Sementara itu pemerintah Australia yang menjadi kewarganegaraan Guo, mengeluarkan pernyataan hari Senin untuk memberikan bantuan hukum kepada Guo.

“Kedubes Australia di Beijing telah mengontak pemerintah Cina untuk mendapatkan informasi tentang penahanan Guo Jian dan menyatakan perhatian kami yang serius tentang masalah ini,” kata jubir Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

“Pemerintah Australia telah siap untuk memberikan semua bantuan konsuler kepada Mr Guo,” tambah pernyataan tersebut.

Amnesty Internasional juga memberikan pernyataan yang mengecam atas penahanan Guo tersebut dan mencatat bahwa aksi-aksi pananahan yang terjadi menjelang peringatan Tragedi Tiananmen tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL