Srinivas Kuchibhotla (32) meninggal karena serangan kebencian.

Washington, LiputanIslam.com—Merespon kejahatan dan ancaman terhadap komunitas minoritas yang semakin mewabah di Amerika, belasan senator pada Kamis meminta pemerintah Trump untuk segera mengambil langkah dan menegaskan peran pemerintah dalam menumpaskejahatan kebencian.

Tertulis kepada Pengacara General Jeff Sessions, surat yang dibuat para senator  berisi peringatan bahwa “banyak anggota ras, etnik dan agama minoritas, juga orang lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT), hidup dengan ketakutan atas keamanan mereka.”

Para senator  memberikan contoh kematian seorang insinyur India, Srinivas Kuchibhotla, yang ditembak di Olathe, Kansas, oleh veteran Angkatan Laut yang berteriak, “keluar dari negaraku!” Banyak orang menilai itu adalah refleksi dari retorika anti-imigran Presiden Donald Trump. FBI masih menginvestigasi kasus tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, terdapat lebih dari 160 bom ancaman yang dikirim ke lebih dari 60 komunitas Yahudi, sebagaimana dilaporkan oleh Common Dreams. Selain itu, terdapat juga penembakan terhadap 4 masjid di AS sejak awal tahun ini.

“Mereka katakutan,” demikian isi dari surat para senator, “dan itu adalah kewajiban bagi Anda sebagai penegak hukum negara untuk memberitahu mereka dan seluruh orang Amerika bahwa diskriminasi dan kejahatan terhadap individual karena identitas mereka, sembahan mereka, atau siapa yang mereka cintai, tidak akan ditoleransi di negara kita.” (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL