Washington, LiputanIslam.com–Sejumlah senator AS menuntut penjelasan dari Menteri Energi Rick Perry yang mengizinkan ekspor teknologi nuklir oleh beberapa perusahaan AS kepada Arab Saudi secara diam-diam.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Perry memberikan izin bernama ‘Part 810 authorizations’ kepada perusahaan AS untuk mengekspor “teknologi nuklir tak terklasifikasi” kepada Arab Saudi.

Meskipun Departemen Energi mengaku bahwa tidak ada teknologi pengayaan atau pemrosesan ulang yang telah dibagikan kepada Saudi, sejumlah senator dari Komite Hubungan Luar Negeri menulis surat kepada Perry agar segera menyerahkan rincian otorisasi tersebut paling lambat 10 April. Menurut laporan dari Reuters dan Washington Post, Senator Bob Menendez (D-NJ) dan Marco Rubio (R-Fla) dalam surat mereka mengingatkan Perry bahwa AS tidak memiliki perjanjian 123 dengan Saudi yang memungkinkan Komisi Pengaturan Nuklir melisensi ekspor bahan nuklir.

Perjanjian semacam itu hanya dapat disetujui oleh Kongres dan peninjauan menyeluruh oleh Departemen Pertahanan, Perdagangan, dan oleh Komisi Pengaturan Nuklir.

“Kami sangat prihatin dengan mekanisme yang tengah dilakukan dengan Arab Saudi,” demkian isi dari surat para senator, seperti dikutip dari Washington Post. Mereka menekankan, Riyadh bisa saja menggunakan pengetahuan nuklir Amerika untuk memperoleh senjata nuklir.

Sebelum ini, menantu Presiden Trump, Jared Kushner, dilaporkan terlibat dalam transaksi rahasia untuk membangun puluhan pembangkit nuklir di padang pasir Saudi.

“Kami … percaya bahwa Amerika Serikat tidak boleh memberikan teknologi atau informasi nuklir kepada mereka saat ini,” tegas para senator. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*