Washington, LiputanIslam.com–Senator AS dari partai Republik, Lindsey Graham mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun yang “sangat berbahaya” bagi Korea Utara karena akan dihadapkan dengan perang nuklir dengan Amerika.

Berbicara di CBS pada Minggu (31/12/17), Graham pun memperingatkan Presiden Donald Trump agar terus menambah tekanan kepada Korut, termasuk dengan ancaman serangan militer, supaya negara pimpinan Kim Jong-un itu menghentikan program pengembangan senjata mereka.

Senator dari Carolina Selatan itu memprediksikan akan ada 70 persen peluang bagi Washington untuk menyerang Pyongyang dengan jalur militer jika negara itu melakukan ujicoba rudal ke-7 kali.

“Kita dapat peluang untuk memberikan pukulan fatal bagi aktor-aktor jahat di tahun 2018…,” katanya.

“2018 akan menjadi tahun untuk mencegah kekuatan [nuklir] Korut mencapai tanah kita,” tambahnya. “Sanksi tidak akan bekerja dengan sempurna tanpa ancaman serangan militer,”

Pemerintah Korut menyebut sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada mereka sebagai “aksi perang” dan menyatakan akan terus mengembangkan senjata-senjata baru demi melawan ancaman AS dan sekutu.

Dalam pidato tahun baru 2018, pemimpin Korut Kim Jong-un menegaskan bahwa kapabilitas senjata nuklir negaranya sudah sempurna dan bahwa dia memiliki “tombol peluncur nuklir” di meja kantornya.

“Seluruh tanah AS masuk ke dalam jangkauan senjata nuklir kami dan tombol nuklir selalu ada di meja kantor saya. Mereka harus benar-benar sadar bahwa ini bukan hanya ancaman tetapi realitas,” kata Kim. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*