ron johnsonWashington, LiputanIslam.com — Salah seorang Senator AS penandatangan surat terbuka kepada Iran, Ron Johnson, mengaku menyesal mengapa menujukan surat tersebut kepada Iran.

“Menurut saya, satu-satunya penyesalan saya adalah kepada siapa surat itu ditujukan (Iran),” kata senator asal Winconsin itu kepada Bloomberg, Jumat (13/3), seperti dilansir Press TV.

“Namun isi dari surat itu dan faktu bahwa itu adalah surat terbuka, adalah benar,” katanya lagi menanggapi banyaknya respon negatif warga AS atas surat tersebut.

Dalam sebuah langkah yang kontroversial, 47 senator dari Partai Republik (oposisi) mengirim surat terbuka kepada para pemimpin Iran, mengingatkan bahwa perjanjian nuklir yang kemungkinan bakal ditandatangani Presiden Barack Obama harus disetujui oleh Congress dan tidak berarti tanpa persetujuannya.

“Ini adalah kesepakatan yang penting yang harus dievaluasi oleh rakyat AS melalui wakil-wakil mereka. Perjanjian itu harus disetujui Congress,” kata Johnson tentang perjanjian nuklir yang kini tengah dibahas AS dan negara-negara P5+1 (AS, Rusia, Perancis, Inggris, Cina, Jerman) dengan Iran. Perjanjian itu dijadwalkan untuk ditandatangani sebelum 1 Juli mendatang sekaligus mengakhiri krisis nuklir Iran dengan AS dan negara-negara kuat lainnya.

Sebuah putaran baru pembicaraan antara Menlu John Kerry dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif akan dilangsungkan di Lausanne, Swiss, tanggal 15 Maret ini.

Selain mendapat kecaman Presiden Obama dan jajaran pejabatnya, surat terbuka tersebut juga mengundang kecaman publik. Tidak hanya itu, sebuah petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 280.000 orang menuntut agar para senator itu didakwa atas tuduhan pengkhianatan dan pelanggaran konstitusi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*