Washington, LiputanIslam.com—Senat AS dilaporkan menunda bantuan finansial Amerika kepada pemerintah Palestina (PA) karena bantuan tersebut akan diberikan kepada keluarga tahanan Palestina yang ditangkap oleh Israel.

Komite Hubungan Luar Negeri Senat memberikan suara 17-4 pada Kamis (3/8/17) atas kebijakan baru ini.

Langkah ini juga didukung oleh Senator Lindsey Graham dari South Carolina dan pejabat komiter Bob Corker dari Tennessee.

Corker mengatakan, bantuan kepada pemerintah Palestina akan mendorong aksi terorisme terhadap Israel dan AS sendiri.

“Ini gila,” katanya, merujuk rencana bantuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Delegasi Jenderal Palestina kepada AS, Husam Zomlot, menilai kebijakan Senat ini “salah informasi dan kontraproduktif.”

Dia mengatakan, bantuan ini adalah bagian dari program selama 52 tahun “untuk mendukung keluarga yang telah kehilangan tulung punggung mereka akibat kejahatan penjajahan, di mana mayoritas dari mereka ditahan atau dibunuh oleh Israel.”

“Program ini memenuhi kebutuhan sosial dan keamanan bagi masyarakat kami, menjamin masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, dan melindungi mereka dari kelompok-kelompok radikal di sekeliling kita,” kata Zomlot dalam sebuah statemen.

Di saat yang sama, pemerintah AS memberikan bantuan tahunan kepada Israel sebanyak $3 milyar. Hal itu membuat rezim Tel Aviv menjadi penerima terbesar bantuan luar negeri AS. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL