penyiksaan ciaWashington DC, LiputanIslam.com — Senat atau parlemen AS yang berfungsi mengawasi tugas pemerintah menuduh badan inteligen CIA telah melanggar nilai-nilai sosial dan konstitusional yang dibanggakan AS selama ini.

Demikian kesimpulan dari hasil penyelidikan selama 4 tahun oleh Komisi Inteligen Senat AS atas praktik-praktik penyiksaan dan penahanan para terduga terorisme paska serangan WTC tahun 2001. Laporan penyelidikan setebal 6.000 halaman itu dirilis ke publik, Selasa (9/12).

“Mungkin tidak pernah ada waktu yang tepat untuk merilis laporan ini. Kekacauan akibat laporan ini mungkin tidak akan selesai dalam hitungan bulan atau tahun. Namun laporan ini terlalu penting untuk disembunyikan,” kata Senator Dianne Feinstein dari Partai Demokrat California, pemimpin komisi tersebut dalam konperensi pers kemarin, (9/12), sebagaimana dilansir Russia Today.

Sebagian dari laporan itu, setebal 480 halaman, memusatkan perhatian pada pelanggaran-pelanggaran CIA di bawah pemerintahan Presiden George W Bush, dalam upayanya mendapatkan informasi dari para terdakwa terorisme yang sebagian dari mereka bahkan tidak pernah disidangkan.

Laporan itu menyebutkan bahwa teknik-teknik penyiksaan dalam interogasi yang dilakukan CIA tidak efektif dan hanya mendasarkan diri pada klaim yang tidak akurat. Komisi Senat menyebut aksi-aksi penyiksaan yang dilakkukan CIA “jauh lebih brutal” dari yang diakuinya dan menuduh CIA secara aktif mengabaikan pangawasan yang dilakukan senat.

Laporan juga menemukan adanya 20 bentuk klaim keberhasilan CIA yang tidak berdasar yang disebutnya sebagai “melanggar penghormatan atas hak-hak dasar”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL