Washington, LiputanIslam.com–Para senator AS mempertanyakan dukungan pemerintah Donald Trump untuk perang Arab Saudi di Yaman.

Dalam pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri pada Selasa (17/4/18), para senator dari kedua partai menuntut jawaban dari pejabat Pentagon dan Deplu AS.

Senator Republik, Rand Paul, mempertanyakan ekspor senjata besar-besaran AS kepada Saudi. Ia menyebut Saudi telah menyerang warga Yaman secara brutal, sementara AS tanpa malu meningkatkan penjualan bom ke kerajaan itu.

“Jika anak Anda menembak dengan pistolnya di halaman rumah secara bebas dan membahayakan tetangga, akankah Anda memberinya lebih banyak atau sedikit peluru?” ucap Paul..

“Strategi kita adalah memberikan [Saudi] lebih banyak bom, bukan lebih sedikit,” kritiknya.

Namun, kritik tersebut disanggah oleh pemerintah Trump. Duta Deplu AS untuk Timur Tengah, David M Satterfield, langsung membela dukungan militer AS kepada koalisi Saudi karena “penting untuk keamanan nasional dan tujuan diplomatik.”

Menteri HAM Yaman mengumumkan pada 25 Maret bahwa agresi militer Saudi telah menewaskan 600.000 penduduk sipil Yaman selama 3 tahun terakhir.

Menurut PBB, terdapat 22,2 juta warga yang membutuhkan bantuan makanan, di mana 8,4 juta diantaranya telah mengalami kelaparan parah.

Satterfield berpendapat, jika AS mengakhiri dukungannya, “Saudi akan melakukan hubungan pertahanan dengan negara-negara yang tidak mementingkan penghentian krisis kemanusiaan, meminimalisasi korban sipil, atau membuat proses ke solusi politis.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*