Sumber: cnnindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) pada semester I 2019 sebesar Rp 70,49 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja bansos pada periode Januari-Juni 2018 yang sebesar Rp 45,08 triliun.

“Bansos tumbuh 56,4 persen (secara tahunan),” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/7).

Baca: Belanja Pegawai Naik 30 Persen dari Realisasi Belanja Pemerintah

Kemenkeu menyebutkan, realisasi bansos pada Semester I tersebut telah mencapai 72,63 persen terhadap pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2019 yang mencapai Rp 97,06 triliun.

Kemenkeu mengatakan, peningkatan realisasi bansos ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat miskin untuk dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Hal ini direalisasikan melalui pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mencapai 82,4 persen dari alokasinya.

Sri Mulyani menyampaikan, terjadi peningkatan pencairan untuk program-program bansos. Hal ini akan mendorong perekonomian Indonesia.

“Pencairan di kuartal I meningkat karena Program Keluarga Harapan (PKH) naik dari sisi jumlah per keluarga dan pencairan untuk mereka terutama dana desa,” ujarnya.

Dia berharap, dengan meningkatnya belanja pemerintah ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Kuartal I belanja pemerintah cukup tinggi terutama didorong oleh social spending. Kalau dari masyarakat atau komersial, mungkin kita lihat masih cukup baik karena inflasi rendah dan confidence dari masyarakat cukup tinggi,” ungkapnya. (sh/cnnindonesia/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*