sby hattaJakarta, LiputanIslam.com — “Siapapun yang menang, presiden Indonesia mendatang akan menjadi perhatian besar negara-negara tetangganya. Bagaimana legasi Soekarno akan mempengaruhi langkah ekonomi dan hubungan luar negeri Indonesia?”

Demikian tulis Yang Razali Kassim, analis politik dari Nanyang University Singapura, di koran terkenal Singapura Straits Times, tanggal 22 Mei lalu.

Menurut pengamatan Razali Kassim, persaingan antara 2 kandidat capres Indonesia mendatang, Prabowo-Hatta vs Jokowi-Kalla, sangat kental diwarnai oleh saling klaim kedua pasangan capres sebagai penerus semangat perjuangan presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Popularitas Jokowi yang diperoleh karena sikap kebersahajaannya, dan bukan karena kepandaiannya berpidato, menurut Kassim hanya dimiliki oleh Soekarno. Meski faktanya adalah rakyat Indonesia lebih mengenal Soekarno sebagai sosok orator ulung. Di sisi lain, sorot Razali Kassim, Prabowo tampak lebih agresif untuk mencitrakan diri sebagai pengganti Soekarno, terlihat dari dipilihnya bekas rumah Soekarno sebagai pusat pemenangan pemilunya.

Selain itu, Strait Times juga menyoroti peran “3 King Makers” alias orang-orang yang berperan besar menjadikan seseorang sebagai presiden Indonesia mendatang. Menurutnya, ketiga tokoh tersebut adalah Aburizal Bakrie, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebagaimana diketahui Aburizal Bakrie telah menjatuhkan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta. Meski baru di saat-saat terakhir Bakrie menjatuhkan dukungannya, namun diyakini, dengan pengaruhnya ia sangat berperan dalam pemenangan pasangan Prabowo-Hatta, termasuk dalam penentuan kebijakan Indonesia ke depan jika benar pasangan ini yang menjadi pemenangnya.

Dia lalu menyinggung sosok Megawati, Soekarno putri.

“Ratu PDI-P, ia adalah penguasa sebenarnya kekuatan di belakang Jokowi (Mr Joko). Megawati menyadari betul perannya ini meski awalnya ia tampak kecewa harus menyerahkan ambisinya menjadi capresnya PDI-P kepada Jokowi. Namun Megawati mampu menjaga pengaruh personal dan keluarganya untuk mempertahankan legasi Soekarno melalui PDI-P jika menang.”

Adapun tentang SBY, Straits Times menulis, “Dr Yudhoyono cukup menyadari bahwa partainya masih memiliki kemampuan untuk mempengaruhi arah pemilihan presiden mendatang. Dan sementara bersikap netral, ia membiarkan pendukungnya memberikan dukungan kepada Prabowo, yang pasangannya, Hatta, adalah besannya.”(ca/straits times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL