Konser musik tradisonal Betawi

Konser musik tradisonal Betawi

Jakarta, LiputanIslam.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta Purba Hutape mengimbau agar semua hotel di ibukota memainkan musik tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada para pengunjung/ tamu hotel.

“Kami sedang menyiapkan surat edaran untuk semua manajemen hotel di Jakarta, agar menyediakan ruang dan waktu untuk memainkan musik tradisional,” kata Purba.

Kendati demikian, lanjut Purba, ia tidak akan melarang dimainkkannya musik-musik mancanegara. Hanya saja, pihaknya ingin mendorong manajemen hotel untuk tidak mengabaikan musik tradisonal Indonesia.

“Misalnya, pihak manajemen bisa memberi ruang bagi musisi tradisional memainkan musiknya untuk tampil di lobi saat menyambut tamu,” lanjutnya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Krishnadi menyatakan bahwa anggota PHRI siap untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Kebijakan serupa telah pernah disosialisasikan tahun lalu. Tidak ada masalah dengan hal itu, namun, pihak manajemen hotel harus menyesuaikan dengan kapasitas mereka,” jelasnya.

Hotel yang memilki ruang yang cukup luas bisa menyewa musisi untuk memainkan alat musik tradisonal di lobi. Namun  yang ruangannya sempit, akan memutar rekaman.

Namun Krishnadi menilai, kebijakan tersebut tidak akan memiliki dampak yang signifikan, lantaran rata-rata hotel di Jakarta biasanya melayani para pengusaha.

“Para pengunjung hotel di akarta biasanya adalah para pengusaha yang tidak punya cukup waktu untuk menikmati wisata ataupun tempat hiburan. Begitu tiba di lobi, mereka akan bergegas untuk masuk ke ruang pertemuan. Tidak ada waktu untuk bersantai,” paparnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa kebijakan baru itu merupakan upaya untuk memperkenalkan tradisi lokal bagi para wisatawan.

“Hotel dapat berpartisipasi dalam melestarikan budaya dengan memperkenalkan musik tradisional untuk wisatawan. Kami tidak ingin menjadi chauvinistik dengan memaksa mereka untuk bermain musik tradisional tertentu. Tapi saya pikir, banyak wisatawan akan menikmati lagu-lagu tradisional kita, seperti Bengawan Solo atau Kompor Meleduk ,” ujar Ahok, seperti dilansir thejakartapost.com, 15 Januari 2014.

Ahok menegaskan bahwa ia akan melanjutkan upaya untuk melestarikan budaya lokal. Pihaknya juga telah meminta agar bangunan di kota Jakarta diberi sentuhan ornamen tradisional. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*