john keyAuckland, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyambut gembira keberhasilan negaranya menjadi anggota Dewan Keamanan PBB (DK PBB), Kamis (16/10). Ia pun menyebut Selandia Baru sebagai “negara kecil dengan suara besar”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Selandia Baru berhasil menduduki kursi anggota DK PBB setelah mendapatkan dukungan 145 negara dari 193 negara anggota Sidang Umum PBB.

Kecuali Selandia Baru, satu kursi lagi wakil dari kawasan Asia Pasifik diraih oleh Malaysia. Selain itu Spanyol, Angola dan Venezuela juga berhasil menduduki kursi anggota tidak tetap DK PBB.

DK PBB beranggotakan 15 anggota yang berasal dari 2 kelompok. Pertama adalah angggota tetap yang dianggap sebagai pendiri organisasi PBB, yaitu AS, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina. Kelompok kedua adalah anggota tidak tetap yang dipilih secara bergiliran mewakili kawasan masing-masing, yaitu wakil dari Afrika, Asia, Amerika Latin, Eropa Barat dan kawasan Lain-Lain.

John Key juga memuji keberhasilan negaranya menduduki kursi DK PBB tanpa harus mengeluarkan uang di tengah berkembangnya rumor kuat bahwa beberapa negara bersedia mengeluarkan puluhan juta dollar untuk menyuap para pejabat PBB untuk menjadi anggota DK PBB.

“Kami tidak bisa menulis cek untuk menjadikan kami sebagai anggota Dewak Keamanan. Kami tidak mengeluarkan uang untuk ini,” katanya kepada wartawan.

John Key menyebut keberhasilan tersebut sebagai pengakuan terhadap Selandia Baru sebagai “negara pendamai yang jujur” dan “selalu berdiri di pihak yang benar”. Ia pun menyebut keberhasilan itu hendaknya menjadi penyemangat negara-negara kecil untuk turut berusaha menjadi anggota DK PBB.

Key mengingatkan salah satu keberhasilan Selandia Baru di dunia diplomasi internasional adalah keputusannya mendukung intervensi PBB untuk mencegah pembantaian etnis di Rwanda tahun 1993-1994.

Tentang krisis Timur Tengah yang ditimbulkan oleh kelompok ISIS, Key menyebutkan bahwa diplomasi adalah faktor penting untuk mengalahkan ISIS.

Sementara itu Turki yang kini tengah terlibat langsung dalam krisis yang ditimbulkan ISIS, juga berusaha mendapatkan kursi di DK PBB, namun kalah oleh Spanyol.

Menurut BBC, ini adalah kemunduran diplomatik yang serius bagi Turki yang mendapat banyak kecaman internasional karena keengganannya untuk memerangi ISIS.

Kelima anggota baru DK PBB tersebut di atas akan menggantikan Argentina, Australia, Luxemburg, Rwanda dan Korsel yang habis masa keanggotaanya tahun ini. Mereka akan bergabung dengan Chad, Chile, Yordania, Lithuania dan Nigeria sebagai negara-negara anggota tidak tetap DK PBB.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL