Foto: Kompas

Foto: Kompas

Denpasar, LiputanIslam.com — Demi selamatkan anak, Ketua Komisi V DPR, Laurens Bahang Dama kehilangan nyawanya. Ia tersetrum di rumahnya petang tadi, Rabu, 13 Agustus 2014. Menurut keterangan dari  putri almarhum, Riani Dama, kejadian itu bermula saat Laurens ingin menolong putri keduanya, Serli Dama, yang berteriak minta tolong karena tersetrum.

Namun naas, saat menolong itulah Laurens ikut tersetrum.  “Saat Bapak membantu Serli, justru dia terkena setrum,” kata Riani sambil meneteskan air mata.

Riani juga mengatakan, ayahnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Surya Husada, Denpasar, Bali. Saat dilarikan ke rumah sakit, dia masih dalam keadaan sadar. Akan tetapi, menurut perawat, saat tiba di rumah sakit, Laurens meninggal dunia.

“Begitu sampai rumah sakit, jiwanya tidak tertolong lagi,” kata salah seorang perawat.

Laurens adalah anggota DPR RI dari PAN asal Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur. Pada pemilu legislatif, dia terpilih kembali sebagai anggota DPR RI untuk periode 2014-2019.

Kejadian seperti ini terjadi bukan kali ini saja. Sudah lazim ditemukan perbagai peristiwa yang sama di berbagai tempat. Apa penyebab kita tersetrum listrik, dan bagaimana cara mencegahnya?

Dari keterangan Fakultas Tekhnik Universitas Indonesia, di engineeringtown.com, tersetrum dapat digambarkan sebagai akibat dari tegangan kejut pada listrik yang mengenai tubuh manusia. Listrik terdiri dari muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron).

Muatan yang berlawanan saling tarik menarik dan muatan yang sama saling tolak menolak. Jika muatan lisrik yang saling tarik menarik dipisahkan, dapat menghasilkan energi potensial. Listrik mengalir dari energi potensial tinggi ke energi potensial rendah.

Bumi atau tanah memiliki energi potensial yang rendah. Sehingga jika kita  berdiri dan kaki menyentuh bumi kemudian tangan memegang kabel yang berarus listrik, maka arus listrik tersebut akan melewati tubuh melalui otot atau rambut dan kemudian menuju tanah.

Dalam hal ini, tubuh manusia berperan sebagai konduktor (penghantar listrik yang baik) karena di dalam tubuh manusia banyak mengandung air.

Sedangkan kertas, karet, kayu dan kaca merupakan isolator (penghantar listrik yang buruk). Bagaimana caranya mencegah agar tidak tersetrum?

Caranya mudah, yaitu dengan memakai sandal jika akan memegang atau menghubungkan kabel ke stop kontak. Atau mematikan dulu aliran listriknya jika ingin memperbaiki alat-alat yang menggunakan listrik. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL