Yerusalem, LiputanIslam.com— Pembangunan perumahan ilegal Israel di Tepi Barat mengalami kenaikan jumlah secara signifikan selama setahun terakhir dan mengancam banyak orang Palestina dan lahan pertanian mereka.

Jurnalis Abby Martin mendatangi Palestina selama beberapa minggu pada bulan Agustus dan September untuk melaporkan situasi terkini di kawasan tersebut akibat dari kebijakan diskriminatif Israel.

“Ini adalah sebuah cerita di mana sekelompok orang berpindah rumah ke tempat yang sudah ditinggali. Kapanpun pemukiman ilegal ini dibangun, mereka pertama-tama mengusir orang Palestina yang sudah tinggal di sana dengan cara meruntuhkan rumah mereka dengan bulldozer,” tulis Martin.

Penghancuran rumah orang Palestina telah mencapai rekor baru dalan beberapa bulan terakhir. B’Tselem, sebuah NGO Israel yang menolak penjajahan Palestina, memperlihatkan bahwa selama 10 tahun terakhir, Israel telah menghancurkan lebh dari 1.148 rumah dan mengakibatkan 5.282 rakyat Palestina, termasuk 2.650 anak-anak, hidup tanpa tempat tinggal.

“Ribuan orang dipaksa [oleh tentara Israel] untuk melakukan evakuasi dari rumah dan toko-toko mereka,” lapor Martin.

Menghadapi banyaknya pembangunan pemukiman ilegal, banyak penduduk Palestina yang tetap gigih mempertahankan tanah mereka. Martin mewawancarai Khaled, seorang penduduk Palestina yang keluarganya adalah salah satu dari keluarga terakhir yang tinggal di desanya. Ia dan keluarganya hidup di bawah ancaman terus-menerus dari penduduk dan tentara Israel.

“Kami menderita akibat serangan secara terus-menerus dari penduduk [Israel]. Mereka melempari kami dengan bebatuan dan aksi sabotase lain yang merusak. Kami diganggu setia hari oleh mereka agar kami meninggalkan rumah. Serangan-serangan seperti ini terjadi secara konstan dan brutal,” kata Khaled.

Meski mendapatkan ancaman dan kekerasan, Khaled menolak meninggalkan desanya. Khalid berkata, “Selama kami bertahan di rumah kami,  mereka tidak akan bisa meraih tujuan mereka untuk mengusir kami. Itulah bagaimana kami melindungi tanah kami. Kami tidak akan meninggalkan rumah kami, dan kami tidak akan pergi kemana-mana. Kami akan bertahan di sini sampai mati.” (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL