LiputanIslam.com – Selama masa kampanye dari mulai tanggal 24 Maret hingga 13 April 2019, banyak partai yang menggunakan iklan televisi untuk berkampanye.

Televisi dianggap sebagai media yang cukup efektif untuk bersosialisasi dan berkampanye karena lebih dapat menjangkau masyarakat secara luas. Lebih dari 87 persen keluarga Indonesia memiliki televisi.

Tirto mencatat data belanja iklan yang dilakukan oleh berbagai partai di Indonesia. Tercatat bahwa partai Perindo lah sebagai partai yang terbanyak belanja iklan. Perindo menghabiskan dana Rp. 85,58 miliar untuk beriklan di televisi. Ada tiga stasiun televisi yang ia sasar paling sering, yaitu RCTI, MNC TV, dan Global TV. Meskipun pendiri partai tersebut adalah pemilik sendiri jaringan media MNC Group.

Partai yang menduduki posisi kedua dalam belanja iklan di TV adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai tersebut menghabiskan dana sebesar Rp. 45,20 miliar. PSI berbelanja pada 13 stasiun TV swasta dan nasional.

Partai ketiga adalah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang telah menghabiskan dana sebesar Rp. 42,04 miliar.

Selain ketiga partai tersebut, Partai Gerindra merupakan partai yang paling sedikit berbelanja iklan di TV. Partai tersebut tercatat hanya menghabiskan dana sebesar Rp. 7,73 miliar saja untuk belanja iklan selama masa kampanye.

Kampanye melalui iklan digunakan untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia yang cenderung memiliki dan menonton TV bersama keluarga setiap harinya. (Ayu/Tirto)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*