Tepi Barat, LiputanIslam.com–Tentara Israel telah menahan sebanyak 6.489 warga Palestina, termasuk 140 orang perempuan dan 1.063 anak di bawah umur, selama tahun 2018.

Laporan ini dirilis oleh Komisi Hubungan Tahanan dan Eks-Tahanan (CPEA), pada Sabtu (29/12).

Sementara itu, terdapat juga 6 pejabat Palestina dan 38 jurnalis yang ditangkap.

Laporan CPEA menunjukkan bahwa mayoritas warga Palestina yang ditangkap berasal dari Tepi Barat, dan hanya 5 persen yang berasal dari Jalur Gaza.

Laporan ini dirilis pada hari yang sama pasukan Israel menyerbu sejumlah rumah di desa Faqqu’a, Tepi Barat utara, dan menahan seorang pria Palestina.

Kantor berita WAFA melaporkan, pria bernama Yasser Jamil Abu Khamis itu ditangkap setelah rumahnya digeledah paksa oleh para tentara.

Sampai kini, terdapat lebih dari 7.000 warga Palestina yang menjadi tahanan di penjara-penjara Israel. Ratusan tahanan ini dipenjara di bawah praktik penahanan administratif, sebuah kebijakan di mana mereka ditahan tanpa pengadilan atau tuntutan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*