Ngaenan saat disergap LPAS

Ngaenan saat disergap LPAS

Bandung, LiputanIslam.com–Jurnalis ABI Press, Muhammad Ngaenan, akhirnya menceritakan dengan lengkap kronologis peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Ternyata peristiwa itu diketahui beberapa tokoh penggagas Deklarasi Anti Syiah, antara lain Athian Ali Dai dan Ahmad bin Zein Al Kaff.

Penganiayaan bermula ketika Ngaenan sedang meliput acara Deklarasi Anti Syiah di Masjid Al Fajr, Cijagra, Bandung (20/4). Setelah acara usai, para ustadz diketahui sedang rapat, Ngaenan pun duduk-duduk cukup lama di halaman masjid untuk menunggu Bachtiar Nasir (salah satu ustadz yang hadir dalam acara itu) yang ingin dia wawancarai.

Lama menunggu, akhirnya dia memutuskan pulang dan menanti taksi di pinggir jalan. Tiba-tiba ia disergap beberapa anggota LPAS (Laskar Pemburu Anti Syiah) lalu dibawa ke halaman samping dekat tempat wudhu. Kepalanya lalu dipiting dan mulai dipukuli di bagian kepala dan perut secara bertubi-tubi.

Ia kemudian didudukkan di kursi dan kepalanya terus-menerus sasaran empuk tinju dan tempelengan. Dari arah depan wajah, samping pelipis, dan tengkuk belakang. Sempat datang seseorang yang melarang teman-temannya memukul, namun tetap saja ada beberapa orang yang mencuri pukul penuh emosi sembari meneriakkan, “Kamu Syiah, ya?”, “Dasar sesat!”, bahkan ada yang mengatakan, “Saya bunuh kamu!”

Ngaenan sudah memberitahukan bahwa dirinya adalah jurnalis dan membawa kartu press,  namun pemukulan tetap dilakukan.

Kemudian, tim LPAS itu membawa Ngaenan ke ruang rapat tempat para ustadz berkumpul. Dalam perjalanan antara tempat wudhu ke bagian dalam masjid, orang-orang berseragam LPAS mengerumuni dan kembali memukulinya.

Di dalam masjid, Ngaenan didudukkan di dekat dinding sebelah selatan masjid. Di ruangan itu ada Athian Ali Dai dan Ahmad bin Zein Al-Kaff. Mereka berdiri dan terlihat berbincang dengan mimik muka serius. Beberapa anggota LPAS masih berusaha memukuli meski dicegah oleh korlap (Koordinator Lapangan) mereka. Massa yang beringas akhirnya berhasil disuruhnya keluar dari ruangan oleh korlap.

Selama duduk di ruangan itu, Ngaenan juga diintimidasi, hape dan komputernya digeledah, dan bahkan kepalanya ditekan dengan turbah (semacam lempengan tanah) sehingga terjungkal.

Tak lama berselang, ada seorang lelaki berumur lanjut yang mengaku seorang ulama dari Madura. Ia mengajak Ngaenanbicara dan menceramahinya tentang kesesatan Syiah. Ia juga mengungkit-ungkit soal Sampang. Awalnya suaranya datar, tetapi di tengah-tengah tiba-tiba suaranya meninggi dan mulai membentak. “Kamu nantang saya ya? Kamu goblok!” bentaknya.

Ngaenan hanya berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya wartawan yang ingin meliput acara deklarasi. Namun, Kiai tadi tetap membentak-bentak dengan mata melotot dan rahang pipinya yang tebal  agak gemeretak sambil menunjuk-nunjukkan jarinya ke wajah Ngaenan.

Lalu, Ahmad bin Zein al-Kaff, pimpinan ormas Al Bayyinat yang selama ini sering mengecam Syiah, mulai menceramahi Ngaenan tentang kesesatan Syiah. Nada suaranya tidak sekeras Kiai sebelumnya, namun tetap dengan kemarahan yang sama

Menurut Ngaenan, Athian Ali Dai, Ketua FUUI, penggagas acara Deklarasi Anti Syiah, yang juga berada di ruangan, terlihat mondar-mandir, keningnya mengkerut, terlihat resah.

Beberapa saat kemudian, dari luar datang seorang polisi berompi hitam ke ruangan. Polisi tersebut membawa Ngainan ke Polsek Lengkong, Buah Batu dengan sepeda motor. Di sana ia kembali diinterogasi oleh Kanit 3 Intel Polsek Lengkong yang mengaku bernama Melki di ruang intel. Namun Ngaenan diperbolehkan menelpon rekannya dari ABI Press. Beberapa waktu kemudian, wakil anggota DPP Ormas ABI, tim Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, datang ke Polsek Lengkong. Ngaenan pun dibebaskan.

Pada hari Senin 21/4, Ngaenan melaporkan secara resmi penganiayaan yang dialaminya ke Polrestabes dan tercatat dengan nomor LP/818/IV/2014/Polrestabes. Masih belum diperoleh kabar bagaimana tindak lanjut yang dilakukan polisi atas laporan ini (dw/ahlulbaitindonesia.org)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL