lembar pekerjaan rumahLondon, LiputanIslam.com — Sebuah sekolah di Inggris meminta ma’af setelah mencap Palestina sebagai teroris. Demikian BBC News melaporkan, Kamis (5/3).

“Palestina merasa berhak menjadi teroris untuk melawan Israel,” demikian bunyi tulisan dalam lembar pekerjaan rumah yang dibagikan kepada para murid. Inilah yang memicu kontroversi dan memaksa sekolah dasar New Stevenson Primary School di North Lanarkshire untuk meminta ma’af.

Dewan Pendidikan North Lanarkshire yang memproduksi lembar tersebut mengatakan telah mencabut lembaran itu dan tidak akan digunakan lagi.

Dr Essam Hijjawi, pimpinan asosiasi masyarakat Palestina di Skotlandia mengatakan kasus itu menunjukkan kesalahan fundamental dalam buku-buku bacaan sejarah dan geografi.

“Kami menyerukan penarikan segera seluruh material seperti itu di sekolah-sekolah di Skotlandia, permintaan ma’af terbuka kepada warga Palestina di Skotlandia, dan sebuah pertemuan dengan para pejabat pendidikan di North Lanarkshire, dengan para pejabat Dewan Pendidikan dan Menteri Pendidikan Skotlandia.

Dalam pernyataan maafnya Dewan Pendidikan North Lanarkshire mengatakan: “Penggambaran tentang rakyat Palestina adalah tidak tepat sama sekali dan kami meminta ma’af dengan setulusnya atas kesalahan ini.”

Seorang jubir Dewan Pendidikan mengatakan kepada BBC bahwa hal ini merupakan insiden terpisah dan tidak terjadi di sekolah-sekolah lain. Namun pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan untuk mencegah hal serupa terjadi di seluruh sekolah.

Kasus ini muncul ke publik setelah beredarnya gambar lembaran pekerjaan rumah itu di media-media sosial. Gambar tersebut dengan cepat telah dibagikan ratusan kali.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*