latin-america-us-bases.siQuito, LiputanIslam.com — Sekretaris Jendral (Sekjend) organisasi negara-negara Amerika Latin Unasur, Ernesto Samper, menyerukan ditutupnya pangkalan-pangkalan militer AS di Amerika Latin. Isyu ini akan didiskusikan dalam KTT negara-negara Benua Amerika di Panama bulan ini.

Dalam pertemuan yang akan digelar tanggal 10 dan 11 April ini sebanyak 31 negara telah menyatakan kesiapannya untuk hadir. Samper menyebut, pertemuan itu sebagai tempat yang tepat untuk “mengevaluasi hubungan antara Amerika Latin dengan AS”.

“Isyu penting dalam agenda baru hubungan di Amerika Latin adalah penghapusan pangkalan-pangkalan militer AS,” kata Samper yang juga mantan Presiden Columbiaitu kepada EFE sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (1/4).

Ia menyebut pangkalan-pangkalan militer AS itu sebagai ‘peninggalan Perang Dingin dan era pertikaian-pertikaian’.

Lebih jauh Samper juga mengecam kebiasaan AS melakukan langkah unilateral (sepihak) dalam mewujudkan ambisi-ambisinya di Amerika Latin. Kasus terakhir dari hal itu, menurut Samper, adalah pernyataan AS bahwa Venezuela adalah ancaman keamanan bagi AS.

“Di jaman globalisasi seperti sekarang, Anda tidak bisa meminta dunia mengatur ekonomi dan meneruskan tindakan-tindakan unilateral di dalam politik. Tidak ada negara yang berhak untuk menilai dan mengatur negara lain dan bahkan menghukum negara lain sesuka hati,” tambahnya.

Pertemuan di Panama mendatang akan menjadi pertemuan bersejarah karena untuk pertama kalinya akan dihadiri oleh Kuba sejak tahun 1962, setelah dikeluarkan dari Organization of American States (OAS) yang mengorganisir pertemuan itu.

Pada tahun 2014 AS dan Kanada menolak usulan untuk menerima kembali Kuba sebagai anggota sehingga memicu kecaman dari negara-negara Unasur dan boikot oleh Ekuador dan Nikaragua.

Tahun ini diperkirakan Presiden Kuba Raul Castro akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama, menjadi momen penting yang menandai pulihnya hubungan kedua negara.

Namun Samper mengingatkan bahwa pulihnya hubungan AS-Kuba tidak boleh menyisihkan perhatian pada konflik AS dengan Venezuela, masalah keberadaan penjara Guantanamo Bay, serta militerisasi US di Amerika Latin.

Unasur didirikan tahun 2004 dan saat ini beranggotakan 12 negara Amerika Latin.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL