New York, LiputanIslam.com—Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa kebijakan anti-imigrannya adalah “langkah tak jelas” yang tak akan efektif dalam memerangi terorisme. Pernyataan tersebut dikatakan Guterres pada Selasa (31/01/2017).

Dia menambahkan, penguatan kontrol perbatasan seharusnya tidak “didasarkan dari segala bentuk diskriminasi terhadap agama, etnik, atau negara.” Langkah seperti itu disebutnya hanya akan memicu “kemarahan dan khekawatiran” yang dapat digunakan para teroris sebagai propaganda.

“Langkah tak jelas yang tidak berdasarkan akal sehat, cenderung menjadi tidak efektif dan beresiko dimanfaatkan oleh gerakan teroris global,” katanya.

Guterres juga menyampaikan kekhawatirannya atas kebijakan-kebijakan di seluruh dunia yang membahayakan keamanan para pengungsi.

“Hal-hal tersebut melawan prinsip dan nilai dasar sosial kita,” ucapnya.

Trump memberikan perintah eksekutifnya pada Jumat lalu yang berisi pencegahan masuknya penduduk dari 7 negara Muslim ke AS. Kebijakan Trump ini memicu kecemasan warga negara-negara tersebut dan kepanikan di bandara-bandara dunia.

Dalam kampanye pilpres lalu, Trump menuntut pelarangan masuknya muslimin ke tanah Amerika. Pernyataan ini berbuntut protes dan kecaman dari kalangan muslimin, kelompok pembela HAM, rival-rivalnya dari Partai Demokrat, bahkan pendukungnya sendiri dari Partai Republik. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL