Catalan pro-independence supporters hold a giant Catalan separatist flag during a demonstration called "Via Lliure a la Republica Catalana" on Catalunya's National Day in Barcelona, SpainBarcelona, LiputanIslam.com — Lebih dari sejuta warga Katalan, Spanyol, menggelar aksi demonstrasi mendukung pemisahan dari Spanyol, Jumat kemarin (11/9).

Organiser aksi mengklaim peserta aksi tersebut mencapai 2 juta orang, sementara Catalan News Agency (CNA) mengklaim jumlahnya sekitar 1,4 juta orang yang memadati jalan-jalan di kota Barcelona, ibukota wilayah otonomi Katalan. Demikian Russia Today melaporkan, Jumat petang (11/9).

“Kami melihat kapasitas besar dari mobilisasi rakyat kami, yang ingin tercatat (sebagai pendukung kemerdekaan). Kami ingin melihat dunia melihat ini,” kata pemimpin ‘Junts pel Sí’ (Together for Yes) yang menjadi organiser aksi tersebut, Raul Romeva, kepada CNA.

Aksi sengaja digelar tanggal 11 September bersamaan dengan Hari Nasional Katalan, dengan mengusung tema “Jembatan Menuju Republik Katalan”.

Jordi Sanchez, ketua dewan perwakilan rakyat Katalan (Catalan National Assembly) mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi terbesar dalam sejarah Katalan.

Para demonstran datang dari segala penjuru Katalan menuju Barcelona dengan kendaraan pribadi, bus dan kereta api. Sebagian besar dari mereka membawa banner bertuliskan “Mari mulai membangun negara baru.”

Katalan kehilangan kemerdekaannya setelah kalah perang melawan pasukan Perancis-Spanyol pada tanggal 11 September 1714. Sejak itu negeri ini menjadi bagian dari Spanyol, sementara rakyat Katalan memperingati tanggal itu sebagai Hari Nasional Katalan.

Aksi demonstrasi juga digelar bersamaan dengan dimulainya masa kampanye bagi pemilihan regional yang akan berlangsung pada tanggal 27 September mendatang. Pemilihan ini akan menjadi ajang pembuktian dukungan rakyat Katalan pada tuntutan kemerdekaan, meski secara resmi Spanyol tidak mengakui referendum kemerdekaan Katalan.

Presiden Katalan Artur Mas yang merupakan pemimpin gerakan kemerdekaan Katalan mengatakan, Jumat (11/9) bahwa ia akan lebih memperhatikan banyak suara dukungan terhadap kemerdekaan ketimbang jumlah kursi yang diraih dalam parlemen.

“Jika kami menang, jika kami memperoleh mayoritas kursi parlemen, kami akan membuka pintu negosiasi dengan Madrid, Brussels dan semua negara Eropa untuk mendapatkan persetujuan. Kami memiliki sikap yang positif,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL