senjata ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Sejumlah besar senjata dikabarkan menghilang dari sejumlah gudang senjata militer Ukraina. Di antara senjata-senjata itu adalah rudal jinjing anti-pesawat. Dikhawatirkan senjata-senjata itu jatuh ke tangan kelompok-kelompok ekstremis di Ukraina.

Demikian keterangan seorang pejabat militer Ukraina yang tidak disebutkan identitasnya, kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, di Kiev, Jumat (15/3).

“Beberapa, atau bahkan sekian puluh senjata pertahanan udara 9K38 Igla (SA-18 Grouse menuruT sebutan NATO) telah dicuri dari sebuah kantor militer,” kata pejabat tersebut.

Kehilangan tersebut terjadi pada satuan 80th Resimen Airmobile, yang memiliki 54 rudal jinjing (MANPAD), dan satuan 27th Brigade Airmobile yang bermaskas 45 km dari kota Lvov, yang menyimpan 90 Igla.

MANPAD Igla didisain untuk menembak jatuh sasaran-sasaran terbang rendah. Distribusi jenis senjata ini diatur oleh sejumlah organisasi-organisasi internasional karena sangat dikhawatirkan dapat jatuh ke tangan teroris.

Laporan kehilangan senjata-senjata MANPAD juga terjadi setelah revolusi Libya tahun 2012, ketika gudang militer di Benghazi dijarah massa. Diyakini sebagian senjata ini telah berada di tangan pemberontak Suriah.

5.000-an Senjata AK Juga Hilang

Sumber-sumber militer Ukraina juga menyebutkan bahwa lebih dari 5.000 senjata AK, 2.741 pistol Makarov, 123 senapan mesin ringan, dan 12 peluncur roket Shmel telah dicuri dari gudang miliki tentara Interior Troops di Provinsi Lvov, akhir Februari lalu,” kata sumber tersebut.

“Penyelidikan juga mengindikasikan adanya 1.500 granat tangan dan sejumlah besar amunisi, telah hilang,” tambah sumber tersebut.

Pada bulan Februari lalu laporan-laporan media lokal menyebutkan bahwa selama aksi penyerangan terhadap unit-unit militer di Lvov barat, kelompok-kelompok militan telah merampas 1.200 senapan, termasuk sekitar 1.000 pistol Makarov, lebih dari 170 AK, dan sejumlah senapain mesin dan senapan sniper.

Pada hari Rabu (12/3) perdana menteri wilayah otonom Krimea, Sergey Aksenov, menuduh kelompok militan Ukraina, Right Sector tengah merencanakan serangan terhadap unit-unit militer di Krimea dengan menyamar sebagai tentara Rusia, demi memicu terjadinya kerusuhan yang dapat menggagalkan referendum yang digelar Krimea.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL