boko haramAbuja, LiputanIslam.com — Sejumlah besar orang dikabarkan tewas dalam serangan terbaru kelompok Boko Haram yang terjadi di Damboa, timur laut Nigeria, Jumat (18/7). Sebagian besar kota termasuk pusat perdagangannya hancur terbakar oleh serangan tersebut.

Sebagaimana dilaporkan BBC, sejauh ini telah ditemukan 18 mayat akibat serangan yang berlangsung selama beberapa jam. Diduga kuat korban sebenarnya masih jauh lebih banyak. Demikian keterangan penduduk lokal.

Boko Haram yang didirikan tahun 2009 dengan mengklaim hendak mendirikan negara syariah sejauh ini telah menewaskan ribuan orang dengan aksi-aksi kekerasannya. Pada bulan April lalu nama kelompok ini semakin terkenal setelah menculik lebih dari 2000 pelajar putri dari sebuah sekolah menengan di kota Chibok, Provinsi Borno yang menjadi pusat kegiatan kelompok ini.

Gubernur Borno yang membawahi kota Damboa, Kashim Shettima pada hari Kamis (17/7) mengatakan bahwa sebanyak 176 guru telah dibunuh dan 900 sekolah dihancurkan oleh Boko Haram sejak tahun 2011.

Damboa yang terletak 85 km dari ibukota provinsi Borno, Maiduguri, kini dikabarkan telah menjadi kota hantu setelah sebagian besar penduduknya mengungsi ke kota-kota lain.

“Mereka yang tidak bisa lari, menyerah dan dibunuh oleh Boko Haram,” kata seorang pejabat lokal kepada kantor berita AFP.

Dua minggu yang lalu Boko Haram menyerang barak militer yang terdapat di kota tersebut dan menewaskan sejumlah tentara. Saat itu Menhan Nigeria mengklaim berhasil menewaskan 50 anggota Boko Haram dan menggagalkan serangan mereka.

Namun penduduk menyebutkan, sejak serangan itu kota mereka hanya dijaga oleh penduduk lokal yang dipersenjatai.

“Kami tidak berdaya karena semua personil keamanan termasuk tentara dan polisi telah menarik diri,” kata penduduk setempat, Ahmed Buba kepada AFP.

Pada hari Selasa (15/7) Presiden Goodluck Jonathan meminta parlemen untuk menyetujui penambahan anggaran pertahanan senilai $1 miliar untuk memerangi Boko Haram. Namun parlemen tidak bisa membahas permintaan tersebut karena tengah menjalani masa reses selama 2 bulan.

Tahun lalu Nigeria menghabiskan $6 miliar untuk pertahanannya, namun sebagian besar dari jumlah itu menguap karena korupsi. Demikian kritik para pengamat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL