patung libyaTripoli, LiputanIslam.com — Sebuah patung tembaga terkenal yang dibuat di jaman kolonial Italia di sebuah taman kota ibukota Libya, Tripoli, diketahui hilang secara misterius, Selasa (4/11).

Namun itu bukan benda bersejarah satu-satunya yang menghilang secara misterius dari hadapan umum setelah jatuhnya kota Tripoli ke tangan kelompok-kelompok ekstremis. Demikian BBC News melaporkan.

Patung tembaga yang hilang itu berbentuk seorang wanita tanpa busana yang tengah membelai seekor gazelle atau sejenis rusa khas Afrika. Oleh warga Tripoli, patung yang telah menjadi salah satu ikon kota Tripoli itu disebut sebagai “patung gazelle” dan lokasinya dikenal dengan nama “bundaran gazelle”. Tempat tersebut menjadi lokasi favorit warga Tripoli karena dari sana bisa dilihat pemandangan indah Laut Tengah.

Pada hari Selasa pagi (4/11) warga mendapati patung yang berada di dekat air mancur itu telah hilang dari tempatnya semula dengan meninggalkan bekas-bekas pembongkaran paksa. Tidak diketahui pasti siapa pelaku pembongkaran patung itu, namun warga mencurigai pelakunya adalah anggota-anggota milisi kelompok ekstremis.

Sebelumnya mereka diketahui telah menghancurkan sejumlah bangunan dan benda-benda bersejarah era pemerintahan Ottoman Turki yang dianggap sebagai musrik, termasuk masjid dan makam-makam ulama.

Pemerintahan kota Tripoli dalam pernyataannya mengecam aksi pembongkaran tersebut.

“Kami menyerukan kepada saudara-saudara kita warga Libya untuk melindungi warisan dan benda-benda antik Libya. Kami telah menghubungi pemerintah dan mereka telah mulai melakukan penyelidikan atas hal ini, dan kami berjanji kepada warga Tripoli untuk menemukan para penjahat itu,” demikian pernyataan pemerintah kota Tripoldi.

BBC menyebut, reaksi umumnya warga Tripoli adalah mengecam aksi pembongkaran itu.

Pada bulan Agustus lalu patung itu terkena pecahan peluru yang mengakibatkan bagian perut patung itu berlubang. Sebelumnya pada bulan Februari 2012 para pejabat lokal menyebutkan adanya ancaman penghancuran patung tersebut oleh kelompok-kelompok militan.

Pemerintah dan parlemen Libya yang diakui internasional telah memindahkan kantornya ke kota Tobruk di timur jauh Libya setelah pasukan koalisi kelompok-kelompok militan Islam mengambil alih Tripoli melalui pertempuran hebat bulan Agustus lalu.

Sejak tumbangnya pemerintahan Moammar Khadaffi tahun 2011 lalu, sejumlah masjid, makam dan benda-benda pusaka telah hancur atau rusak oleh aksi-aksi perusakan. Bulan lalu Masjid Karamanli yang dibangun pada era Ottoman Turki di Tripoli rusak oleh aksi vandalisme.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL