Negev, LiputanIslam.com–Sejarawan Zionis terkemuka, Benny Morris, memaparkan pandangannya bahwa ‘negara Yahudi’ Israel dan ideologi Zionis memiliki masa depan yang buruk.

Profesor kajian Timur Tengah di Universitas Ben-Gurion Israel ini mengungkapkan bahwa terdapat lebih banyak orang Arab dibanding Yahudi di antara Laut Tengah dan Yordania.

“Seluruh kawasan mau tidak mau manjadi satu negara dengan mayoritas Arab,” kata Morris dalam wawancara yang dirilis oleh koran Haaretz pada Kamis (18/1).

“Israel masih menyebut dirinya negara Yahudi, namun situasi di mana kita memerintah orang-orang yang tidak memiliki hak adalah situasi yang tak dapat bertahan di abad ke-21, di dunia modern. Dan begitu mereka punya hak, negara ini tidak akan lagi menjadi negara Yahudi,” tambahnya. “Saya tidak melihat cara apapun agar kita bisa keluar dari [masalah] itu.”

Morris merupakan penganut Zionis yang masuk ke kelompok sejarawan revisionis Israel yang kontroversial. Ia mengakui dan membela secara terbuka peristiwa-peristiwa seperti Hari Nakba, pengusiran warga Palestina tahun 1948.

“Sebuah negara Yahudi tidak akan terwujud tanpa pengusiran 700.000 warga Palestina. Oleh karena itu, kita harus mengusir mereka. Tidak ada pilihan selain mengusir orang-orang itu,” kata Morris dalam wawancara dengan Haaretz pada 2004 silam.

Namun, akhir-akhir ini, Morris justru mempercayai bahwa negaranya sendiri memiliki masa depan yang buruk akibat populasi besar kaum Arab.

“Orang-orang Palestina melihat segala sesuatu dari perspektif jangka panjang yang luas. Mereka melihat bahwa saat ini, terdapat 5-7 juta orang Yahudi di sini, dikelilingi oleh ratusan juta orang Arab. Mereka tidak punya alasan untuk menyerah, karena negara Yahudi tidak bisa bertahan lama,” paparnya.

Morris mengakui bahwa lebih Israel pada akhirnya kan didominasi oleh kaum Arab dan perlahan-lahan mengalami disintegrasi.

“Orang-orang Arab akan menuntut kembalinya para pengungsi. Orang-orang Yahudi akan tetap menjadi minoritas kecil di dalam lautan besar kaum Arab Palestina,” tambahnya.

“Mereka [orang Yahudi]… akan melarikan diri ke Amerika dan negara-negara Barat [untuk menghindari persekusi],” jelasnya.

Pada tahun 2016 lalu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei pernah menyatakan bahwa penjajahan Palestina bisa berakhir dengan aksi perlawanan dan persatuan.

“Rezim Zionis akan berakhir dalam 25 tahun ke depan jika ada perjuangan kolektif dan persatuan oleh masyarakat Muslim dan Palestina melawan Zionis,” tegas Khamenei pada Desember 2016 lalu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*