Buruh Cina menjahit sepatu di Qingdao. (AFP)

Washington, LiputanIslam.com–AS mengalami defisit perdagangan yang masif setelah Cina bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001. Sebuah laporan terbaru memperkirakan AS telah kehilangan 3,4 juta pekerjaan bagi warganya.

Kenaikan defisit ini dimulai pada tahun 2001 sampai 2017 dan melukai sektor manufaktur AS secara khusus. Sekitar 74 persen pekerjaan hilang, menurut penelitian dari Institut Kebijakan Ekonomi (EPI) pada Selasa (23/10/18).

“Laporan ini menekankan krisis perdagangan dan pekerjaan” di AS,  kata Robert Scott, asisten penulis laporan ini dan direktur peneliti kebijakan perdagangan dan manufaktur di EPI.

Angka 3,4 juta ini dihitung dengan memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan volume ekspor tertentu, serta jumlah tenaga kerja yang terlantar ketika barang impor disubsitusi.

Amerika mengalami defisit barang sebesar $376 miliar dengan Cina pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan terparah dengan negara mana pun.

Laporan EPI menemukan bahwa ada banyak pekerja AS yang kena PHK di setiap negara bagian. PHK tebesar terjadi di Area San Francisco Bay, negara bagian California utara, yaitu mencapai angka 60.000.

“Ekonomi Cina berjalan lamban dan satu-satunya hal yang membuat mereka hidup adalah ekspor,” kata Scott.

Sejak menjabat di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perkembangan Cina sebagai kekuatan ekspor telah merugikan pekerja dan perusahaan di negaranya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*