Johansson saat masih aktif di OxfamLondon, LiputanIslam.com–Bintang Hollywood Scarlet Johansson menyatakan mundur sebagai duta Oxfam International, sebuah organisasi amal internasional yang membawahi 17 organisasi yang berkontribusi di 90 negara. Langkah ini dilakukannya menyusul kritik tajam Oxfam atas dukungan Johansson untuk SodaStream, perusahaan asal Israel yang beroperasi di Palestina dengan pabrik terbesarnya di kawasan industri Maale Adumin, permukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.

Bintang dalam film The Avenger itu menjadi duta yang mengiklankan mesin pembuat minuman ringan bersoda skala rumah. Iklan produk SodaStream edisi Super Bowl ini dirilis secara online, Senin (27/1). Video berdurasi 33 detik itu menayangkan Johansson yang mempromosikan manfaat kesehatan badan dan lingkungan.

Berdasarkan hukum internasional, membangun rumah dan usaha di wilayah pendudukan (Tepi Barat) adalah ilegal. Sejumlah kelompok penggiat boikot produk Israel menginginkan pelarangan barang-barang yang diproduksi di kawasan ilegal itu. Setidaknya ada pelabelan yang jelas agar konsumen tahu bahwa produk tersebut dibuat bukan di Israel, melainkan di Tepi Barat.

Runyamnya lagi karena Johansson adalah duta Oxfam, yang memandang permukiman Yahudi itu ilegal. Organisasi kemanusiaan ini juga menentang perdagangan produk yang dibuat di sana. Menurut Oxfam, aktris cantik itu “tidak pantas” merangkap sebagai bintang iklan untuk SodaStream karena ia juga adalah duta Oxfam yang berperan besar dalam kegiatan kemanusiaan di kawasan Tepi Barat.

Johansson telah memberikan tanggapan atas keberatan Oxfam. Ia tidak menghendaki dikesankan sebagai representasi gerakan sosial atau politik manapun. “Aku tetap menjadi pendukung kerja sama ekonomi dan sosial antara Israel dan Palestina,” ujarnya dalam pernyataan minggu lalu.

Tanggapan tersebut dilansir oleh Huffington Post, Jumat (31/2), “Saya berdiri di belakang produk SodaStream dan saya bangga dengan pekerjaan yang saya capai di Oxfam sebagai duta lebih dari delapan tahun.”

Juru bicara Johansson mengumumkan keputusan untuk mengakhiri peran Johansson sebagai duta Oxfam dan memilih bertahan di SodaStream. Menanggapi itu, Oxfam mengeluarkan pernyataan —seperti dilaporkan Associated Press— menerima keputusan Johansson untuk mundur seraya mengucapkan terima kasih atas kontribusinya selama ini.

Keputusan tersebut dianggap sebagian pihak sebagai kemenangan bagi gerakan boikot produk Israel. Omar Barghouti, salah satu pendiri gerakan boikot Israel, beranggapan kisruh Johansson dan Oxfam itu sebagai kemenangan bagi kampanye yang ia canangkan, yang dilakukan menyusul maraknya pendirian perusahaan di Tepi Barat. Bahkan, sejumlah bank Eropa menarik investasi dari Israel sebagai wujud pemboikotan.

Pemimpin eksekutif SodaStream, Daniel Birnbaum, menggambarkan SodaStream sebagai “contoh perdamaian” karena memberikan keuntungan ekonomi, serta memperlakukan dengan setara atas semua karyawan Palestina dan Israel. Namun ini dibantah oleh seorang karyawannya, yang dikutip Reuters, bahwa “perlakuan rasial” terjadi di pabrik itu. (wz/Reuters/Huffington Post/Associated Press)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL