SBYJakarta, LiputanIslam.com – Aksi brutal Israel yang semakin menggila atas Palestina, mengundang kecaman dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengatakan, konflik yang terjadi di Timur Tengah membuat banyak umat Muslim tak menikmati indahnya ibadah di Ramadan. Setidaknya, hal itu dirasakan oleh warga Palestina, Irak hingga Suriah yang masih mengalami gejolak politik penuh darah.

“Tidak semua saudara-saudara kita di belahan bumi lain dalam keadaan nyaman dan tenteram, dan beribadah khusyuk, contohnya saudara-saudara kita di Palestina, juga di Irak, Suriah dan sebagainya. Seraya kita memohon kepada Allah, agar situasi negara-negara itu, dijauhkan dari perang saudara dan tragedi kemanusiaan. Seraya kita juga berjuang di tingkat dunia dan agar sekali lagi kemerdekaan terwujud,” ujar SBY saat memberi sambutan buka puasa bersama di kediaman Ketua DPR RI, Jumat, 11 Juli 2014 seperti dilansir Merdeka.

SBY juga  menyampaikan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Iran Hassan Rouhani selaku Ketua Gerakan Non Blok. Selain membahas masalah Palestina, kedua negara juga sepakat untuk membawa agresi militer Israel ke forum internasional, termasuk PBB.

“Sekitar pukul 16.00 WIB tadi saya berkomunikasi melalui telepon dengan presiden Iran, dalam kapasitas beliau sebagai ketua Gerakan Non Blok. Kami berdua berdiskusi membahas perkembangan situasi di Palestina. Intinya kita menyerukan kepada semua pihak, negara-negara Islam, utamanya dunia dan menyerukan agar kekerasan dihentikan, utamanya di Jalur Gaza,” ungkap SBY.

SBY justru bersyukur, meski mengalami banyak kekurangan dan gejolak, namun situasi politik di Indonesia masih stabil. Dengan demikian, umat Islam masih bisa menjalani ibadahnya dengan baik. Ia juga mengajak agar kita bisa mengambil pelajaran dari negara lain.

“Saya mengajak, betapa pentingnya arti keamanan nasional, arti kebersamaan, janganlah memecah masalah bangsa. Mari kita selesaikan dengan bijak. Kalau terbelah, divided, maka susah menyatukannya. Seperti Thailand, secara nasional masih bersatu, tapi secara politik masih terbelah. Mari belajar dari pengalaman kita dan negara lain agar kita pandai menjaga kesatuan negara majemuk, agar Indonesia makin maju, adil dan sejahtera,” imbaunya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL