sbybatikJakarta, LiputanIslam.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat langkah yang bisa ditafsirkan sebagai bentuk kampanye terhadap salah seorang capres dan bersikap tidak netral. SBY berusaha menetralisir kekhawatiran sejumlah pihak atas kemampuan Jokowi menjadi pimpinan nasional termasuk isu capres boneka.

Dikutip dari setkab.go.id, Minggu (6/4), SBY menilai masyarakat tidak perlu terburu-buru menganggap Jokowi tidak mampu memimpin. Jokowi menurut SBY akan memiliki solusi dan kebijakan nasional setelah menyerap aspirasi masyarakat yang ditemuinya.

“Dengan cara beliau menyampaikan itu, berdebat di sana-sini, rakyat akan tahu apa yang dimiliki oleh Pak Jokowi dan dimiliki oleh capres-capres yang lain. Dengan demikian, pada saatnya nanti akan bisa menentukan siapa yang dianggap paling baik dan paling tepat untuk menjadi presiden setelah saya nanti,” tutur SBY melalui program “Isu Terkini” yang ditayangkan melalui Youtube.

Mengenai kekhawatiran Jokowi akan mudah didikte bila terpilih jadi presiden, SBY menyebut anggapan itu jadi tantangan bagi Jokowi. Presiden terpilih ditegaskan SBY tidak boleh didikte siapa pun apalagi pihak asing.

SBY menyebutkan, selama 10 tahun ia menjadi presiden tidak ada satu pihak pun yang bisa mendikte. “Itu amanat saya. Itu sikap saya, meskipun saya diawasi oleh DPR, oleh lembaga-lembaga negara, dan rakyat,” ujarnya.

Dia berharap penggantinya bisa menyusun program untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini jadi tantangan dan harapan saya, pengganti saya nanti betul-betul mendengarkan apa yang hidup di kalangan rakyat sekarang ini,” pesan SBY.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL