menlu saudiRiyadh, LiputanIslam.com — Saudi Arabia menolak seruan Iran untuk menghentikan serangannya terhadap Yaman dengan dalih apa yang dilakukan Saudi adalah untuk menyelamatkan rakyat Yaman.

“Bagaimana Iran bisa menyerukan kepada kami untuk menghentikan perang di Yaman? Kami datang ke Yaman untuk membantu pemerintahan yang syah, dan Iran bukan penguasa Yaman,” kata Menlu Saudi Arabia Saud al-Faisal, hari Minggu (12/4), dalam konperensi pers bersama Menlu Perancis Laurent Fabius yang mengunjungi Saudi.

Sebaliknya Faisal, sebagaimana dilansir BBC News,  menyerukan kepada Iran untuk menghentikan bantuan politik dan militer kepada para pejuang Houthi yang kini menguasai ibukota Yaman, Sana’a, dan tengah terlibat pertempuran untuk merebut sepanuhnya kota pelabuhan Aden.

Pernyataan Faisal itu menanggapi kecaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menyebut serangan Saudi terhadap Yaman sebagai “kejahatan dan genosida.” Sementara pada hair Kamis (9/4), Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak kepada Saudi Arabia dan sekutunya untuk menghentikan serangan di Yaman dan menyelesaikan konflik dengan perundingan.

“Kepada negara-negara di kawasan ini, saya katakan, marilah kita mengadopsi semangat persaudaraan. Marilah kita saling menghargai. Janganlah membunuh anak-anak tak berdosa. Marilah berfikir untuk menghentikan peperangan, tentang gencatan senjata dan bantuan kemanudisan kepada rakyat Yaman yang menderita,” demikian kata Rouhani dalam pidatonya.

Pada hari Kamis pemerintah Iran juga memanggil Dubes Saudi untuk menyampaikan protes atas tuduhan Saudi tentang keterlibatan Iran dalam konflik di Yaman.

Pada hari Sabtu pasukan yang loyal kepada presiden terguling Mansour Hadi mengklaim telah menangkap 2 tentara Iran. Iran membantah tuduhan itu.

“Iran tidak memiliki pasukan seperti itu di Yaman,” kata Deputi Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian, kepada kantor berita IRNA, Ahad (12/4).

Sejak serangan yang dilakukan Saudi Arabia dan koalisainya tanggal 26 Maret lalu di Yaman, lebih dari 1.000 orang telah tewas, sebagian besar adalah warga sipil, antaranya para wanita, anak-anak, dan pengungsi yang kamp penampungan mereka menjadi korban pemboman pesawat-pesawat tempur koalisi Saudi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL