birthplace-of-the-prophetMekkah, LiputanIslam.com Saudi tetap meneruskan rencana  penghancuran tempat kelahiran Nabi Muhammad dengan alasan sebagai bagian dari proyek pembangunan Masjidil Haram bernilai miliaran dollar. Buldozer-buldozer bahkan telah disiapkan pemerintah Saudi untuk menghancurkan tempat kelahiran Nabi.

Menurut situs The Independent, jika berjalan sesuai rencana pemerintah, maka proyek tersebut akan menghancurkan sebuah perpustakaan kecil berjarak beberapa langkah dari Masjidil Haram yang dipercaya berada tepat di atas tempat kelahiran Nabi.

The Independent menyebutkan bahwa tahun lalu rencana penghancuran itu diagendakan bagi perluasan stasiun kereta api metro bawah tanah, atau  untuk pembangunan kembali sebuah perpustakaan yang jauh lebih besar sebagai persembahan bagi Raja Abdul Azis.  Tetapi perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan, Binladin Group, mengusulkan agar tempat yang dijuluki  Mawlid Nabi ini diratakan untuk membuka jalan menuju tempat tinggal Imam dan  Istana presiden yang berdekatan.

Penguasa Saudi menyangkal tempat yang kini berdiri Maktabah Makkah al-Mukarramah itu sebagai tempat kelahiran Nabi.

Keluarga kerajaan Saudi adalah penganut faham wahabi yang mengintepretasikan Islam garis keras, dan menjadikan faham ini sebagai madzhab resmi kerajaan sejak Al-Saud memegang tampuk kekuasaan atas Jazirah Arab pada abad ke-19.

Pada tahun 2013,  ulama besar Saudi, Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah al-Sheikh mengeluarkan pernyataan mendukung penghancuran berbagai situs warisan Islam di Mekkah dan menentang dilestarikannya berbagai situs itu dengan alasan mendorong pada perbuatan sirik.

Kepentingan mengakomodasi dan memfasilitasi peziarah haji dengan lebih baik menjadi alasan pemerintah menjalankan proyek puluhan juta dolar mengubah Mekkah menjadi kota metopolis penuh dengan hotel-hotel pencakar langit.(lb/presstv/theindependent)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL