pesawat koalisi saudiRiyadh, LiputanIslam.com — Kesimpang-siuran mulai muncul di antara koalisi pimpinan Arab Saudi dalam serangan terhadap Yaman. Jika sebelumnya mereka meyakinkan bahwa operasi serangan darat akan segera dilakukan, pada Selasa (31/3) koalisi ini mengumumkan bahwa operasi militer darat tidak diperlukan saat ini.

Mengutip laporan Al-Arabiya, kantor berita Antara, hari Rabu (1/4) menyebutkan bahwa juru bicara pasukan koalisi pimpinan Saudi Arabia, Brigjen Ahmed Al-Asiri, mengatakan dalam satu taklimat harian bahwa pasukan koalisi telah melancarkan gempuran sengit terhadap kelompok Al-Houthi di Saada dan telah menggagalkan upaya kelompok tersebut untuk bergerak maju ke Aden dan tempat lain guna melancarkan serangan rudal.

Al-Asiri menegaskan bahwa pasukan darat Arab Saudi menjaga perbatasan dengan Yaman sementara pasukan laut memantau pelabuhan-pelabuhan laut Yaman, dan pasukan udara terbang di wilayah udara Yaman sepanjang hari guna mencegah jatuhnya korban jiwa di antara warga sipil.

Seperti dilansir kantor berita Xinhua, ia juga mengatakan bahwa Bandar Udara Najran di wilayah Arab Saudi Selatan untuk sementara ditutup hari Selasa (31/3), karena ada penembakan acak di sekitar bandar udara. Pada Senin (30/3) Arab Saudi mengumumkan koalisi pimpinannya sepenuhnya menguasai pelabuhan-pelabuhan di Yaman.

Banyak pengamat, termasuk wartawan senior Inggris Robert Fisk, yang memperkirakan bahwa operasi militer koalisi pimpinan Saudi justru akan menjadi malapetaka bagi Saudi.

“Serangan udara yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman adalah aksi bersejarah, sekaligus fatal bagi tahta Ibnu Saud dan Timur Tengah. Dengan aksinya ini, Arab Saudi bagaikan melompat ke neraka,” tulis Fisk di harian terkemuka Inggris the Independent baru-baru ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL